Pertama Hadits Al โIrbadh bin Sariyah radhiyallahu โanhu, dalam hadits tersebut disebutkan sabda Rasul shallallahu โalaihi wa sallam, ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงูุฃูู
ููุฑู ููุฅูููู ููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉู ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู โHati-hatilah
MUHADHARAHSyarh Hadits Irbadh bin Sariyah al-'Allamah Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhariุดุฑุญ ุญุฏูุซ ุงูุนุฑุจุงุถ ุจู Skip to main content. Due to a planned power outage on Friday, 1/14, between 8am-1pm PST, some services may be impacted. A line drawing of the Internet Archive headquarters building faรงade.
Halini juga dapat dilihat dalam hadits Al โIrbadh bin Sariyah radhiyallahu โanhu seolah-olah inilah nasehat terakhir Nabishallallahu โalaihi wa sallam. Beliau shallallahu โalaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu โanhum, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari sahabat Al โIrbadh bin Sariyah. Lihat Irwa
Menguatkanpendalilan di atas, Syaikh Prof. Dr. Abdullah al-Dumaiji lalu menguatkannya dengan hadis yang mengandung perintah berpegang teguh pada sunah Rasulullah ๏ทบ dan khulafurasyidin, dari Al-โIrbadh bin Sariyah r.a. ia
Dalamhadits Al-Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu โanhu, ia menceritakan. โRasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam telah menyampaikan mauโizhah kepada kami, air mata bercucuran karenanya dan hati-hati menjadi takut. Seakan-akan itu merupakan mauโizhah orang yang mau pergi meninggalkan (kami). โWahai Rasulullah, sampaikan wasiat
nC2kOZc. Matan Hadits ุนูู ุฃูุจู ููุฌููุญู ุงูุนุฑุจูุงุถู ุจูู ุณูุงุฑููุฉู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููุงูู ููุนูุธููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ู
ููุนูุธูุฉู ููุฌูููุช ู
ููููุง ุงููููููุจู ููุฐูุฑูููุช ู
ููููุง ุงูุนูููู. ููููููููุง ููุงุฑูุณูููู ุงูููู ููุฃููููููุง ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู ููุฃููุตูููุงุ ููุงูู ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ุนุฒ ูุฌู ููุงูุณููู
ุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุชูุฃูู
ููุฑู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏูุ ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงููุงู ููุซููุฑูุงูุ ููุนููููููู
ู ุจูุณููููุชููู ููุณููููุฉู ุงูุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏูููู ุงูู
ูููุฏููููููู ุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐู ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงูุฃูู
ููุฑู ูุฅููู ููู ู
ูุญุฏุซุฉู ุจุฏุนุฉุ ูููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงููุฉู ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ ูุงูุชุฑู
ุฐู ููุงู ุญุฏูุซ ุญุณู ุตุญูุญ. Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariyah Radhiallahu Anhu, dia berkata Rasulullah memberikan mauโizhah pelajaran kepada kami dengan nasihat yang membuat hati bergetar dan mengucurkan air mata. Kami berkata โWahai Rasulullah, seakan ini adalah pelajaran perpisahan, berikanlah kami wasiat.โ Beliau bersabda โAku wasiatkan kepada kalian agar bertawa kepada Allah Azza wa Jalla, dengar dan taatlah walau pun yang memerintahkan kalian adalah seorang budak. Barang siapa di antara kalian yang masih hidup, niscaya akan banyak melihat perselisihan. Maka hendaknya kalian memegang sunahku dan sunah para Khulafa Rasyidin yang telah mendapatkan petunjuk, gigitlah dengan geraham kalian. Hati-hatilah dengan perkara-perkara yang baru, karena setiap yang baru itu adalah bidโah, dan setiap bidโah adalah sesat.โ Diriwayatkan oleh Abu Daud dan At Tirmidzi, katanya hasan shahih. Takhrij Hadits Imam Abu Daud dalam Sunannya No. 4607 Imam At Tirmidzi dalam Sunannya No. 2676 Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 17142, 17144, 17145 Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak 329 Imam Ad Darimi dalam Sunannya No. 95 Imam Ibnu Hibban dalam Shahihnya No. 5 Imam Ath Thabarani dalam Al Muโjam Al Kabir 617, juga Musnad Asy Syamiyin No. 437, 1180, 1379 Imam Abu Nuโaim dalam Maโrifatus Shahabah 4995 Imam Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah 102 Dll Sebagaimana dikatakan Imam An Nawawi, bahwa Imam At Tirmidzi mengatakan dalam Sunannya bahwa hadits ini hasan shahih. Imam Al Baghawi mengatakan hasan. Syarhus Sunnah No. 102. Syaikh Husein Salim Asad mengatakan shahih. Sunan Ad Darimi No. 95. Syaikh Syuโaib Al Arnauth mengatakan shahih. Taโliq Musnad Ahmad No. 17142. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam berbagai kitabnya. Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 4607, Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 2676, Shahih At Targhib wat Tarhib No. 37, dll. Imam Al Hakim mengatakan shahih tidak ada cacat. Al Mustadrak No. 329, disepakati oleh Imam Adz Dzahabi Dalam kitab Al Arbaโun ini dan beberapa kitab lain tertulis โ โฆ.. taatlah walau yang memerintahkan kalian adalah budak.โ Tetapi dalam kitab Sunan Abi Daud dan lainnya budak Habsyi Etiopia. Kandungan hadits secara global Hadits ini memiliki banyak faedah, di antaranya Hadits ini mengisyaratkan dengan jelas bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, adalah seorang rasul dan hambaNya, manusia yang juga akan mengalami kematian sebagaimana lainnya. Ada awal perjumpaan, ada pula perpisahan. Allah Taโala berfirman ูููู ุฅููููู
ูุง ุฃูููุง ุจูุดูุฑู ู
ูุซูููููู
ู ูููุญูู ุฅูููููู ุฃููููู
ูุง ุฅูููููููู
ู ุฅููููู ููุงุญูุฏู Katakanlah Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku โBahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esaโ. QS. Al Kahfi 18 110 Diceritakan dalam berbagai kitab hadits dengan kisah yang saling melengkapi, bahwa ketika hari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam wafat, Seorang sahabat yang mulia nan agung, Umar bin Al Khathab Radhiallahu Anhu, tidak mempercayainya, hal ini karena betapa besar cintanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau berkata kepada orang yang mengatakannya ูุฐุจุช ูุงููู ู
ุง ู
ุงุช ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ููุง ูู
ูุช ุญุชู ูููู ุงูู
ูุงูููู โEngkau dusta! Demi Allah! tidaklah Rasulullah wafat, dia tidak akan mati sampai binasanya kaum munafik.โ Saat itu manusia berkumpul di masjid, dan Umar berbicara kepada manusia. Lalu Abu Bakar Radhiallahu Anhu datang, dan menenangkan Umar Radhiallahu Anhu, dan berkata ุฅุฌูุณ ูุง ุนู
ุฑ ูุฃุจู ูููู
ู ู
ุฑุชูู ุฃู ุซูุงุซุง ูุฃุจู โDuduklah wahai Umar!โ beliau menolak, lalu Abu Bakar berbicara kepadanya dua atau tiga kali, Beliau masih menolak. Maka Abu Bakar Radhiallahu Anhu berdiri, manusia mengikutinya dan meninggalkan Umar Radhiallahu Anhu, lalu Beliau memuji Allah Taโala dan berkata ุฃู
ุง ุจุนุฏ ูู
ู ูุงู ูุนุจุฏ ู
ุญู
ุฏุง ูุฅู ู
ุญู
ุฏุง ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ูุฏ ู
ุงุช ู ู
ู ูุงู ูุนุจุฏ ุงููู ูุฅู ุงููู ุญู ูุง ูู
ูุช Amma baโd, barang siapa yang menyembah Muhammad maka Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam telah wafat. Barang siapa yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup tidak pernah mati. Setelah itu Abu Bakar membaca beberapa ayat ููู
ูุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุฅููุง ุฑูุณูููู ููุฏู ุฎูููุชู ู
ููู ููุจููููู ุงูุฑููุณููู ุฃูููุฅููู ู
ูุงุชู ุฃููู ููุชููู ุงููููููุจูุชูู
ู ุนูููู ุฃูุนูููุงุจูููู
ู ููู
ููู ููููููููุจู ุนูููู ุนูููุจููููู ูููููู ููุถูุฑูู ุงูููููู ุดูููุฆูุง ููุณูููุฌูุฒูู ุงูููููู ุงูุดููุงููุฑูููู Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika Dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang murtad? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur. QS. Ali Imran 3 144 Juga ayat ุฅูููููู ู
ููููุชู ููุฅููููููู
ู ู
ููููุชูููู Sesungguhnya kamu akan mati dan Sesungguhnya mereka akan mati pula. QS> Az Zumar 39 30 Lalu ayat ููู
ูุง ุฌูุนูููููุง ููุจูุดูุฑู ู
ููู ููุจููููู ุงููุฎูููุฏู ุฃูููุฅููู ู
ูุชูู ููููู
ู ุงููุฎูุงููุฏูููู Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad; Maka Jikalau kamu mati, Apakah mereka akan kekal? QS. Al Anbiya 21 34 Aisyah Radhiallahu Anha berkata ููุงูููููู ููููุฃูููู ุงููููุงุณู ููู
ู ููููููููุง ููุนูููู
ูููู ุฃูููู ุงูููููู ุฃูููุฒูููููุง ุญูุชููู ุชูููุงููุง ุฃูุจูู ุจูููุฑู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุชููููููุงููุง ู
ููููู ุงููููุงุณู ููู
ูุง ููุณูู
ูุนู ุจูุดูุฑู ุฅููููุง ููุชููููููุง Demi Allah, seakan-akan manusia belum pernah tahu Allah menurunkan ayat itu sampai Abu Bakar Radhiallahu Anhu membacanya, lalu manusia mengambil ayat itu darinya, maka tidaklah mereka diperdengarkan ayat itu melainkan mereka membacanya. Dalam Sunan Ibnu Majah, Umar Radhiallahu Anhu berkata ููููููุฃููููู ููู
ู ุฃูููุฑูุฃูููุง ุฅููุงูู ููููู
ูุฆูุฐู. Benar-benar seakan aku belum pernah membacanya kecuali hari itu. Lihat Shahih Bukhari No. 1241, 1242, 3667, 4452, 4453, Sunan Ibnu Majah No. 1627, 6501, As Sunan Al Kubra Lil Baihaqi No. 6501, Musnad Ishaq bin Rahawaih No. 1718, dll Hendaknya seorang muslim memberikan wasiat kepada saudaranya yang akan ditinggalkannya, atau kepada saudara yang akan safar, atau kepada keluarganya, dengan wasiat taqwa dan kebaikan lainnya. Tentang jenis dan hukum wasiat telah kami jelaskan dalam Syarah hadits yang ke 16, silahkan merujuk! Perintah untuk taat kepada pemimpin umara walau dia seorang budak yang hitam. Ketaatan kepada pemimpin adalah wajib, tertera di dalam Al Quran, hadits, dan atsar sahabat. Namun ketaatan ini jika hanya diperintah dalam kebaikan, bukan kemaksiatan. Allah Taโala berfirman ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขูู
ููููุง ุฃูุทููุนููุง ุงูููููู ููุฃูุทููุนููุง ุงูุฑููุณูููู ููุฃููููู ุงููุฃูู
ูุฑู ู
ูููููู
ู ููุฅููู ุชูููุงุฒูุนูุชูู
ู ููู ุดูููุกู ููุฑูุฏููููู ุฅูููู ุงูููููู ููุงูุฑููุณูููู ุฅููู ููููุชูู
ู ุชูุคูู
ูููููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู
ู ุงููุขูุฎูุฑู ุฐููููู ุฎูููุฑู ููุฃูุญูุณููู ุชูุฃููููููุง Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul Nya, dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Quran dan Rasul sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. QS. An Nisa 4 59 Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata tentang makna Ulil Amri ูุงูุธุงูุฑ -ูุงููู ุฃุนูู
-ุฃู ุงูุขูุฉ ูู ุฌู
ูุน ุฃููู ุงูุฃู
ุฑ ู
ู ุงูุฃู
ุฑุงุก ูุงูุนูู
ุงุก Yang benar โWallahu Aโlam- bahwa semua ayat tentang Ulil Amri adalah bermakna umara dan ulama. Tafsir Al Quran Al Azhim, 2/345 Dalam hadits juga banyak disebutkan perintah taat kepada pemimpin. Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ู
ููู ุฃูุทูุงุนูููู ููููุฏู ุฃูุทูุงุนู ุงูููููู ููู
ููู ุนูุตูุงููู ููููุฏู ุนูุตูู ุงูููููู ููู
ููู ุฃูุทูุงุนู ุฃูู
ููุฑูู ููููุฏู ุฃูุทูุงุนูููู ููู
ููู ุนูุตูู ุฃูู
ููุฑูู ููููุฏู ุนูุตูุงููู Barang siapa yang mentaatiku maka dia telah taat kepada Allah, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia telah maksiat kepada Allah, diapa yang mentaati pemimpinku, maka dia telah mentaati aku, dan siapa yang membangkang kepada pemimpinku maka dia telah membangkang kepadaku. HR. Bukhari No. 7137, Muslim No. 1835 Dari Anas bin Malik Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ุงุณูู
ูุนููุง ููุฃูุทููุนููุง ููุฅููู ุงุณูุชูุนูู
ููู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏู ุญูุจูุดูููู ููุฃูููู ุฑูุฃูุณููู ุฒูุจููุจูุฉู Dengarkan dan taatlah, walaupun kalian dipimpin oleh seorang budak habsyi yang seakan dikepalanya terdapat anggur kering kismis. HR. Bukhari No. 7142, 693 Dari Ibnu Umar Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ุนูููู ุงููู
ูุฑูุกู ุงููู
ูุณูููู
ู ูููู
ูุง ุฃูุญูุจูู ููููุฑููู ู
ูุง ููู
ู ููุคูู
ูุฑู ุจูู
ูุนูุตูููุฉู ููุฅูุฐูุง ุฃูู
ูุฑู ุจูู
ูุนูุตูููุฉู ููููุง ุณูู
ูุนู ููููุง ุทูุงุนูุฉู Dengar dan taat adalah kewajiban bagi setiap muslim pada apa-apa yang mereka sukai dan benci selama tidak diperintahkan dengan maksiat. Jika diperintahkan dengan maksiat maka jangan dengarkan dan jangan taati. HR. Bukhari No. 7144, Abu Daud No. 2626, Ahmad No. 6278, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 34396 Dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ู
ููู ุฑูุฃูู ู
ููู ุฃูู
ููุฑููู ุดูููุฆูุง ููููุฑููููู ููููููุตูุจูุฑู ุนููููููู ููุฅูููููู ู
ููู ููุงุฑููู ุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู ุดูุจูุฑูุง ููู
ูุงุชู ุฅููููุง ู
ูุงุชู ู
ููุชูุฉู ุฌูุงูููููููุฉู Barang siapa yang melihat pemimpinnya ada sesuatu yang dia benci maka bersabarlah, sebab siapa saja yang memisahkan diri dari jamaah walau sejengkal, lalu dia mati, melainkan matinya itu di atas kejahiliyahan. HR. Bukhari No. 7054, Muslim No. 1849 Imam An Nawawi menjelaskan makna miitatan jahiliyah mati jahiliyah dalam hadits tersebut, dengan huruf mim dikasrahkan jadi bacanya miitatan bukan maitatan, artinya kematian mereka disifati sebagaimana mereka dahulu tidak memiliki imam pada masa jahiliyah. Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 12/238 Sementara Imam Asy Syaukani dalam Nailul Authar, menjelaskan; bahwa yang dimaksud dengan miitatan jahiliyah dengan huruf mim yang dikasrahkan adalah dia mati dalam keadaan seperti matinya ahli jahiliyah yang tersesat di mana dia tidak memiliki imam yang ditaati karena mereka tidak mengenal hal itu, dan bukanlah yang dimaksud matinya kafir tetapi matinya itu sebagai orang yang bermaksiat. Imam Asy Syaukani, Nailul Authar, 7/199 Dari Hudzaifah bin Al Yaman Radhiallahu Anhu beliau berkata ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฅููููุง ูููููุง ุจูุดูุฑูู ููุฌูุงุกู ุงูููููู ุจูุฎูููุฑู ููููุญููู ููููู ูููููู ู
ููู ููุฑูุงุกู ููุฐูุง ุงููุฎูููุฑู ุดูุฑูู ููุงูู ููุนูู
ู ููููุชู ูููู ููุฑูุงุกู ุฐููููู ุงูุดููุฑูู ุฎูููุฑู ููุงูู ููุนูู
ู ููููุชู ูููููู ููุฑูุงุกู ุฐููููู ุงููุฎูููุฑู ุดูุฑูู ููุงูู ููุนูู
ู ููููุชู ูููููู ููุงูู ููููููู ุจูุนูุฏูู ุฃูุฆูู
ููุฉู ููุง ููููุชูุฏูููู ุจูููุฏูุงูู ููููุง ููุณูุชููููููู ุจูุณููููุชูู ููุณููููููู
ู ูููููู
ู ุฑูุฌูุงูู ูููููุจูููู
ู ูููููุจู ุงูุดููููุงุทูููู ููู ุฌูุซูู
ูุงูู ุฅูููุณู ููุงูู ููููุชู ูููููู ุฃูุตูููุนู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฅููู ุฃูุฏูุฑูููุชู ุฐููููู ููุงูู ุชูุณูู
ูุนู ููุชูุทููุนู ููููุฃูู
ููุฑู ููุฅููู ุถูุฑูุจู ุธูููุฑููู ููุฃูุฎูุฐู ู
ูุงูููู ููุงุณูู
ูุนู ููุฃูุทูุนู โYa Rasulullah, sesungguhnya mendapatkan keburukan lalu datanglah kebaikan dari Allah, dan kami saat itu masih ada. Apakah setelah kebaikan itu datang keburukan lagi?โ Rasulullah menjawab โYa.โ Hudzaifah bertanya โApakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan lagi?โ Rasulullah mejawab โYa.โ Hudzaifah bertanya โApakah setelah kebaikan akan datang keburukan lagi.โ Rasulullah menjawab โYa.โ Hudzaifah bertanya lagi โBagaimana itu?โ Rasulullah menjawab โAkan ada setelahku nanti, para pemimpin yang tidaklah menuntun dengan petunjukku, tidak berjalan dengan sunahku, dan pada mereka akan ada orang-orang yang berhati seperti hati syaitan dalam tubuh manusia.โ Hudzaifah bertanya โApa yang aku lakukan jika aku berjumpa kondisi itu Ya Rasulullah?โ Rasulullah menajwab โDengarkan dan taati pemimpinmu, dan jika punggungmu dipukul dan diambil hartamu, maka dengarkan dan taat.โ HR. Muslim No. 1847 Dari Auf bin Malik Al Asyjaโi Radhiallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ุฎูููุงุฑู ุฃูุฆูู
ููุชูููู
ู ุงูููุฐูููู ุชูุญูุจูููููููู
ู ููููุญูุจูููููููู
ู ููููุตููููููู ุนูููููููู
ู ููุชูุตููููููู ุนูููููููู
ู ููุดูุฑูุงุฑู ุฃูุฆูู
ููุชูููู
ู ุงูููุฐูููู ุชูุจูุบูุถููููููู
ู ููููุจูุบูุถููููููู
ู ููุชูููุนููููููููู
ู ููููููุนููููููููู
ู ููููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูููููุง ููููุงุจูุฐูููู
ู ุจูุงูุณูููููู ููููุงูู ููุง ู
ูุง ุฃูููุงู
ููุง ูููููู
ู ุงูุตููููุงุฉู ููุฅูุฐูุง ุฑูุฃูููุชูู
ู ู
ููู ููููุงุชูููู
ู ุดูููุฆูุง ุชูููุฑูููููููู ููุงููุฑููููุง ุนูู
ููููู ููููุง ุชูููุฒูุนููุง ููุฏูุง ู
ููู ุทูุงุนูุฉู โSebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian, mereka mendoakan kalian, dan kalian juga mendoakan mereka. Seburuk-buruknya pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian melaknat mereka, dan mereka pun melaknat kalian.โ Rasulullah ditanya โYa Rasulullah tidakkah kami melawannya dengan pedang?โ Rasulullah menjawab โJangan, selama mereka masih shalat bersama kalian. Jika kalian melihat pemimpin kalian melakukan perbuatan yang kalian benci, maka bencilah perbuatannya, dan jangan angkat tangan kalian dari ketaatan kepadanya.โ HR. Muslim No. 1855 Tetapi jika telah nampak kekafiran yang jelas maka boleh untuk menentangnya, sebagaimana hadits dari Ubadah bin Ash Shamit Radhiallahu Anhu, katanya ุฅูุง ุฃู ุชุฑูุง ููุฑุง ุจูููุงุญุงุ ุนูุฏูู
ููู ู
ู ุงููู ุจุฑูุงู โKecuali kalian melihatnya melakukan kekafiran yang nyata, dan kalian telah mendapatkan bukti nyata dari Allah terhadapnya.โ HR. Bukhari No. 7055 Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan bahwa kufur di sini adalah maksiat. Lalu beliau berkata ูุง ุชูุงุฒุนูุง ููุงุฉ ุงูุฃู
ูุฑ ูู ููุงูุชูู
ููุง ุชุนุชุฑุถูุง ุนูููู
ุฅูุง ุฃู ุชุฑูุง ู
ููู
ู
ููุฑุง ู
ุญููุง ุชุนูู
ููู ู
ู ููุงุนุฏ ุงูุฅุณูุงู
ูุฅุฐุง ุฑุฃูุชู
ุฐูู ูุงููุฑูุง ุนูููู
ูููููุง ุจุงูุญู ุญูุซู
ุง ููุชู
ุงูุชูู Janganlah kalian lawan pemimpin pada urusan kekuasaan mereka, dan janganlah membangkang kepadanya kecuali kalian lihat mereka melakukan kemungkaran dari kaidah- kaidah Islam yang telah pasti kalian ketahui. Jika kalian melihat hal itu, maka ingkarilah mereka, dan katakanlah kebenaran di mana saja kalian berada. Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 12/229, Fathul Bari, 13/8 Ada pun jika pemimpin tersebut sudah benar-benar kafir, maka wajib dicopot dari jabatannya. Imam An Nawawi mengatakan ูุงู ุงููุงุถู ุนูุงุถ ุฃุฌู
ุน ุงูุนูู
ุงุก ุนูู ุฃู ุงูุฅู
ุงู
ุฉ ูุง ุชูุนูุฏ ููุงูุฑ ูุนูู ุฃูู ูู ุทุฑุฃ ุนููู ุงูููุฑ ุงูุนุฒู ูุงู ููุฐุง ูู ุชุฑู ุฅูุงู
ุฉ ุงูุตููุงุช ูุงูุฏุนุงุก ุฅูููุง ูุงู ููุฐูู ุนูุฏ ุฌู
ููุฑูู
ุงูุจุฏุนุฉ Berkata Al Qadhi Iyadh โPara ulama telah ijmaโ bahwa imamah kepemimpinan tidak boleh diberikan kepada orang kafir, maka seandainya tiba-tiba dia kafir , dia mesti dicopot.โ Beliau juga berkata โDemikian juga seandainya dia meninggalkan shalat dan menyeru atas hal itu. Menurut mayoritas ulama melakukan bidโah juga termasuk.โ Ibid Baca Juga Pemimpin Muslim yang Zalim dan Fasiq Haruskah Dimakzulkan? Beliau juga berkata ูุฃู
ุง ุงูุฎุฑูุฌ ุนูููู
ููุชุงููู
ูุญุฑุงู
ุจุฅุฌู
ุงุน ุงูู
ุณูู
ูู ูุฅู ูุงููุง ูุณูุฉ ุธุงูู
ูู ููุฏ ุชุธุงูุฑุช ุงูุฃุญุงุฏูุซ Ada pun memberontak dan memerangi mereka adalah haram menurut ijmaโ kaum muslimin walau pun mereka fasiq lagi zalim, dan hadits-hadits telah jelas menunjukkan hal itu. Ibid Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan ูููู ุนูุฏูู
ู
ู ุงููู ููู ุจุฑูุงู ุฃู ูุต ุขูุฉ ุฃู ุฎุจุฑ ุตุญูุญ ูุง ูุญุชู
ู ุงูุชุฃููู ูู
ูุชุถุงู ุฃูู ูุง ูุฌูุฒ ุงูุฎุฑูุฌ ุนูููู
ู
ุง ุฏุงู
ูุนููู
ูุญุชู
ู ุงูุชุฃููู Sabdanya dan kalian telah mendapatkan bukti nyata dari Allah terhadapnya, yaitu adanya nash ayat atau khabar shahih yang menunjukkan kekafirannya, pen, bukan perbuatan yang masih memungkinkan untuk ditakwil, konsekuensinya bahwa tidak boleh memberontak kepada mereka selama apa yang mereka lakukan masih mungkin ditakwil. Fathul Bari, 13/8 Hadits ini juga menunjukkan bahwa akan datangnya masa-masa perselisihan yang banyak. Hal itu bisa terjadi pada internal umat Islam, terlebih lagi dengan yang lain. Bahkan sebenarnya hal itu sudah terjadi sejak masa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan nabi-nabi sebelumnya. Hal ini juga dijelaskan dalam Al Quran, As Sunnah, dan fakta sejarah kehidupan manusia. Allah Azza wa Jalla berfirman ูููููู ุดูุงุกู ุฑูุจูููู ููุฌูุนููู ุงููููุงุณู ุฃูู
ููุฉู ููุงุญูุฏูุฉู ููููุง ููุฒูุงููููู ู
ูุฎูุชูููููููู ุฅููููุง ู
ููู ุฑูุญูู
ู ุฑูุจูููู ููููุฐููููู ุฎูููููููู
ู โDan seandainya Tuhanmu kehendaki, niscaya Dia jadikan manusia itu umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Tuhanmu, dan untuk itulah Dia menciptakan merekaโ QS. Hud 118-119 Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata tentang ayat ini, โAllah mengkabarkan bahwa Dia mampu menjadikan manusia seluruhnya satu umat, baik dalam keimanan atau kekufuran, sebagaimana firmanNya yang lainSeandainya Tuhanmu kehendaki, niscaya berimanlah semua manusia di bumiโ. Lalu firmanNya tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Tuhanmuโ artinya perbedaan akan senantiasa terjadi antara manusia, baik tentang agama, keyakinan, millah, madzhab, dan pendapat-pendapat mereka. Berkata Ikrimah,โMereka berbeda dalam petunjukโ. Berkata Hasan Al Bashri, Mereka berbeda dalam hal jatah rezeki, saling memberikan upah satu sama lainโ. Yang masyhur dan benar adalah pendapat pertama pendapat Ikrimah. Dan firman selanjutnya kecuali yang dirahmati Tuhanmuโ artinya kecuali orang-orang yang dirahmati yang mengikuti rasul-rasul dan berpegang teguh kepada perintah-perintah agama, dan seperti itulah kebiasaan mereka hingga masa penutup para nabi dan rasul, mereka mengikutinya, membenarkannya, dan menjadi pembelanya. Maka beruntunglah dengan kebahagiaan dunia dan akhirat karena mereka adalah Firqah An Najiyah kelompok yang selamat sebagaimana yang diisyaratkan dalam sebuah hadits musnad dan sunan dari banyak jalur yang saling menguatkan satu sama lain, Sesungguhnya Yahudi berpecah menjadi 71 golongan, dan Nasrani menjadi 72 golongan, dan umat ini akan berpecah menjadi 73 golongan, semua ke neraka kecuali satu golonganโ, mereka bertanya Siapa mereka ya Rasulullah?โ, Rasulullah menjawab, Apa-apa yang aku dan sahabatku ada di atasnyaโ. Diriwayatkan Al Hakim dalam Al Mustadraknya dengan tambahan ini.โ Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Qurโan Al Azhim, Juz 4, hal. 361-362. Cet. 2, 1999M/1240H. Dar At Thayyibah lin Nasyr wat Tauziโ Imam Al Hasan Al Bashri mengatakan โLil ikhtilaaf khalaqahum โ mereka diciptakan untuk berbeda.โ Ada pun Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma dan Thawus bin Kaisan Radhiallahu Anhu mengatakan bahwa untuk rahmat-lah mereka diciptakan. Ibid Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ููุฅููููู
ูุง ุฃููููููู ุงูููุฐููููู ู
ููู ููุจูููููู
ู ููุซูุฑูุฉู ู
ูุณูุงุฆูููููู
ู ููุงุฎูุชููุงููููู
ู ุนูููู ุฃูููุจูููุงุฆูููู
ู . Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka dan perselisihan mereka kepada nabi-nabi mereka. HR. Bukhari No. 6858, Muslim No. 1337 Perselisihan di antara manusia akan terus ada, namun tidak berarti tidak bisa bersatu, sebab perselisihan sudah ada sejak zaman terbaik โpara sahabat- tetapi mereka bisa dipersatukan oleh Islam. Hadits ini juga menyebutkan solusi dari perselisihan, yaitu mengikuti jalan sunah nabi dan sunah para khulafaโur rasyidin, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Radhiallahu Anhum. Bahkan inilah solusi semua permasalahan, jika memang ingin mendapatkan kesudahan yang baik. Allah Taโala telah memerintahkan agar kita mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Di antaranya ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุฃูุทููุนููุง ุงูููููู ููุฃูุทููุนููุง ุงูุฑููุณูููู ููุฃููููู ุงูุฃู
ูุฑู ู
ูููููู
ู ููุฅููู ุชูููุงุฒูุนูุชูู
ู ููู ุดูููุกู ููุฑูุฏููููู ุฅูููู ุงูููููู ููุงูุฑููุณูููู ุฅููู ููููุชูู
ู ุชูุคูู
ูููููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู ุฐููููู ุฎูููุฑู ููุฃูุญูุณููู ุชูุฃูููููุง โHai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Quran dan Rasul sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnyaโ QS. An Nisa 4 59 Baca Juga Perintah untuk Taat dan Mengikuti Sunnah Rasulullah Hadits ini juga menyebutkan perintah agar menjauh dari perbuatan menciptakan hal-hal baru dalam agama muhdatsatul umuur, yang berupakan bidโah tercela. Masalah bidโah telah kami bahas dalam syarah hadits ke 5, baik definisi, jenis, kaidah, dampak buruk, dan lainnya. Silahkan merujuk! Makna Kata dan Kalimat ุนูู ุฃูุจู ููุฌููุญู ุงูุนุฑุจูุงุถู ุจูู ุณูุงุฑููุฉู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููุงูู Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariyah Radhiallahu Anhu, dia berkata Dia adalah Al Irbadh bin Sariyah As Salami, salah satu tokoh Ahlush Shuffah, meriwayatkan beberapa hadits dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tinggal di kota Himsh. Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, bahwa kun-yah Beliau adalah Abu Najih. Beberapa sahabat dan tabiโin telah meriwayatkan hadits darinya, seperti Jubair bin Nufair, Abu Rahmi As Samโi, Abdurrahman bin Amru As Salami, Habib bin Ubaid, Hajar bin Hajar, Yahya bin Abu Al Muthaโ, Amru bin Al Aswad, Al Muhashir bin Habib, Khalud bin Miโdan, dan banyak lainnya. Abu Mashar dan lainnya mengatakan bahwa Al Irbadh bin Sariyah wafat tahun 75 H. Ada pula yang mengatakan Beliau wafat pada masa-masa fitnah Ibnu Az Zubair. Lihat Siyar Aโlam An Nubala, 3/419-422, Usadul Ghabah, hal. 763-764 Selanjutnya ููุนูุธููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ู
ููุนูุธูุฉู Rasulullah memberikan mauโizhah pelajaran kepada kami dengan sebuah pelajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberikan nasihat dan pelajaran kepada kami, yaitu kepada para sahabat-sahabatnya. Imam Ibnu Allan Rahimahullah mengatakan ููุงู ูุนุธูุง ุฑุณูู ุงููู ุฃู ุจุนุฏ ุตูุงุฉ ุงูุตุจุญ ูู
ุง ุฌุงุก ูู ุฑูุงูุฉ ุฃุฎุฑู ู
ูุนุธุฉ ู
ู ุงููุนุธุ ููู ุงููุตุญ ูุงูุชุฐููุฑ ุจุงูุนูุงูุจ ูุชูููููุง ููุชุนุธูู
ุฃู ู
ูุนุธุฉ ุฌูููุฉ Beliau berkata Rasulullah memberikan mauโizhah kepada kami yaitu setelah shalat subuh sebagaimana diterangkan dalam riwayat yang lain dengan sebuah pelajaran โ mauโizhah, diambil dari kata Al Waโzhu, yang artinya nasihat dan peringatan dengan berbagai perbuatan baik. Ada pun tanwin-nya menunjukkan pengagungan yaitu mauโzhatan jaliilatan โ pelajaran yang besar. Dalilul Falihin, 2/99 Beliau juga berkata ุฃู ูุนุธูุง ูุนุธุงู ุจููุบุงู Yaitu menasihati kami dengan pelajaran yang sangat mendalam. Ibid, 4/231 Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr Rahimahullah mengatakan ุงูู
ูุนุธุฉ ู
ุง ูุงู ู
ู ุงูููุงู
ููู ุชุฑุบูุจ ูุชุฑููุจุ ูุคูุซูุฑ ุนูู ุงููููุณ ููุจูุบ ุงููููุจุ ูุชูุฌู ู
ู ู
ุฎุงูุฉ ุงููู Al Mauโizhah adalah perkataan yang di dalamnya terdapat peringatan dan kabar gembira, yang membekas kepada jiwa, sampai ke relung hati, dan membuatnya bergetar karena takut kepada Allah. Fathul Qawwi Al Matin, Hal. 83 Selanjutnya ููุฌูููุช ู
ููููุง ุงููููููุจู yang membuat hati bergetar karenanya Yaitu nasihat yang membuat hati ini takut dan bergetar. Imam Ibnul Atsir Rahimahullah mengatakan ุงูููุฌููู ุงูููุฒูุนู . ููุฏ ููุฌููู ููููุฌููู ูููููุฌูู ููู ููุฌููู Al Wajalu adalah Al Fazaโu ketakutan. Wa qad wajila โyawjalu wa yayjalu artinya wajilun penakut. Imam Ibnul Atsir, An Nihayah fi Gharibil Atsar, 5/340 Wajilat artinya khaafat takut. Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr, Syarh Sunan Abi Daud, 1/181. Syaikh Ismail Al Anshari, At Tuhfah Ar Rabbaniyah, Syarah No. 28 Yaitu nasihat tersebut membuat hati bergetar karena takut kepada Allah Taโala. Ini merupakan ciri orang-orang beriman ุฅููููู
ูุง ุงููู
ูุคูู
ูููููู ุงูููุฐูููู ุฅูุฐูุง ุฐูููุฑู ุงูููููู ููุฌูููุชู ูููููุจูููู
ู โฆ. Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah yang jika disebut nama Allah maka hati mereka bergetar karena takut โฆโฆ. QS. Al Anfal 8 2 Di sisi lain, Allah Taโala menceritakan tentang orang-orang yang sulit menerima petunjuk dan nasihat, digambarkan bagaikan hati yang membatu. Allah Taโala berfirman ุซูู
ูู ููุณูุชู ูููููุจูููู
ู ู
ููู ุจูุนูุฏู ุฐููููู ูููููู ููุงููุญูุฌูุงุฑูุฉู ุฃููู ุฃูุดูุฏูู ููุณูููุฉู Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. QS. Al Baqarah 2 74 Selanjutnya ููุฐูุฑูููุช ู
ููููุง ุงูุนูููู dan membuat air mata berlinang Dan nasihat ini membuat mengucurnya air mata karena rasa sedih dan terharu, mereka takut kalau ini menjadi nasihat yang terakhir dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bagi mereka. Dzarafat artinya saalat bid dumuuโ โ mengalir air mata. At Tuhfah Ar Rabbaniyah, Syarah No. 29 Ini menunjukkan begitu besar pengaruh quwwatut taโtsir nasihat nabi, padahal nasihat tersebut belumlah nabi ucapkan, namun mereka sudah merasakan pengaruhnya; pada hati mereka yang takut dan air mata mereka yang berlinang. Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr Hafizhahullah menjelaskan ูุนูู ุญุตู ุงูุชุฃุซุฑ ููููุจูู
ูุนููููู
ุ ูุนููููู
ุจูุชุ ููููุจูู
ูุฌูุช Yakni nasihat yang menimbulkan pengaruh bagi hati dan mata mereka, mata mereka menangis, dan hati mereka ketakutan. Syarh Sunan Abu Daud, 26/257 Kita dapatkan ada tiga sifat mauโizhah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang digambarkan oleh Al Irbadh bin Sariyah, yakni mauโizhah yang begitu besar penting, membuat hati takut, dan membuat mata menangis. Dan, seharusnya beginilah peran para ulama dan daโi. Mereka menjadi kunci pembuka bagi akal, jiwa, dan hati manusia secara bersamaan. Sehingga majelis-majelis mereka bukan hanya mengubah manusia yang tidak tahu menjadi tahu, bukan hanya majelis ilmu, tetapi juga menjadikan yang keras hatinya menjadi lembut, yang membangkang menjadi tunduk, yang gelisah menjadi tenang, dan yang jauh kepada agama semakin mendekat dan merindukan surgaNya. Dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ุนูููููุงูู ููุง ุชูู
ูุณููููู
ูุง ุงููููุงุฑู ุนููููู ุจูููุชู ู
ููู ุฎูุดูููุฉู ุงูููููู ููุนููููู ุจูุงุชูุชู ุชูุญูุฑูุณู ููู ุณูุจูููู ุงูููููู Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka. Yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga karena berjaga-jaga fisabilillah. HR. At Tirmidzi No. 1639, katanya hasan gharib. Syaikh Al Albani menshahihkannya. Lihat At Taโliq Ar Raghib, 2/153 Selanjutnya ููููููููุง lalu kami berkata Lalu Al โIrbadh bin Sariyah berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Walau ini menggunakan kata โkamiโ tapi maksudnya adalah tunggal yaitu Al Irbadh bin Sariyah, dan ini menunjukkan kerendah hatiannya. ููุงุฑูุณูููู ุงูููู ููุฃููููููุง ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู Wahai Rasulullah, seakan ini adalah pelajaran perpisahan Wahai Rasulullah seakan ini adalah nasihat terakhir dan nasihat perpisahan. Syaikh Athiyah bin Muhammad Salim Rahimahullah menjelaskan ูุงูููุช ุงูุฐู ููู ููู ูุงู ุจุนุฏ ุนูุฏุชู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ู
ู ุญุฌุฉ ุงููุฏุงุนุ ูุฌุงุก ูู ุจุนุถ ุขุซุงุฑ ูุทุฑู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุฃูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุตูู ุนูู ุดูุฏุงุก ุฃุญุฏุ ูุฎุทุจ ุงููุงุณุ ูุงู ุฃูุณ ูุบูุฑู ูุฃูู ููุฏุน ุงูุฃู
ูุงุช ูุงูุฃุญูุงุก Dikatakan bahwa waktu terjadinya adalah ketika kembalinya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dari haji wadaโ, disebutkan pada sebagian atsar dan jalan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bershalawat untuk pada syuhada Uhud, dan berpidato kepada manusia. Berkata Anas dan lainnya Seakan akan dia berpisah dengan orang-orang yang mati dan yang hidup. Syarh Al Arbain An Nawawiyah, 61/2 Sahabat mengira ini sebagai nasihat perpisahan, hal itu terlihat dari kedalaman nasihat tersebut. Syaikh Abul Ala Al Mubarkafuri Rahimahullah mengatakan ุฃู ูุฃูู ุชูุฏุนูุง ุจูุง ูู
ุง ุฑุฃู ู
ู ู
ุจุงูุบุชู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ูู ุงูู
ูุนุธุฉ Yaitu seakan dengan nasihat itu engkau akan meninggalkan kami, karena mereka melihat dari begitu dalamnya mauโizhah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tuhfah Al Ahwadzi, 7/366, Aunul Maโbud, 12/232 Selanjutnya ููุฃููุตูููุง maka berikanlah wasiat kepada kami ููุงูู ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ุนุฒ ูุฌู Beliau bersabda โAku wasiatkan kepada kalian agar bertawa kepada Allah Azza wa Jalla Inilah wasiat pertama, yakni wasiat taqwa, sebab taqwa merupakan sebaik-baiknya wasiat dan bekal bagi seseorang. Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, katanya ุณูุฆููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุนููู ุฃูููุซูุฑู ู
ูุง ููุฏูุฎููู ุงููููุงุณู ุงููุฌููููุฉู ููููุงูู ุชูููููู ุงูููููู ููุญูุณููู ุงููุฎููููู ููุณูุฆููู ุนููู ุฃูููุซูุฑู ู
ูุง ููุฏูุฎููู ุงููููุงุณู ุงููููุงุฑู ููููุงูู ุงููููู
ู ููุงููููุฑูุฌู Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menyebabkan manusia masuk ke dalam surga, beliau menjawab โTaqwa kepada Allah dan akhlak yang baik.โ Beliau juga ditanya tentang penyebab terbanyak manusia dimasukkan ke dalam neraka, beliau menjawab โMulut dan kemaluan.โ HR. At Tirmidzi No. 2004, katanya shahih. Ibnu Hibban No. 4246, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 7919, katanya shahih. Imam Adz Dzahabi juga menshahihkannya dalam At Talkhish Berkata Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr Hafizhahullah ูุชููู ุงููู ุนุฒ ูุฌู ูู ุฃู ูุฌุนู ุงูุฅูุณุงู ุจููู ูุจูู ุบุถุจ ุงููู ููุงูุฉ ุชููุฉ ู
ููุ ูุฐูู ูููู ุจุงู
ุชุซุงู ุงูุฃูุงู
ุฑ ูุงุฌุชูุงุจ ุงูููุงููุ ููุฐู ูู ุงูุชููู ุจุงูู
ุนูู ุงูุดุฑุนูุ ูุฃู
ุง ู
ุนูุงูุง ุงููุบูู ููู ุฃูุณุน ู
ู ุงูุดุฑุนูุ ููู ุฃู ูุฌุนู ุงูุฅูุณุงู ุจููู ูุจูู ุฃู ุดูุก ู
ุฎูู ููุงูุฉ ุชููู ู
ููุ ููู ู
ุง ุชุฎุงูู ูุฅูู ุชุฌุนู ุจููู ูุจููู ููุงูุฉุ ูุงูุจุฑุฏ ู
ุฎูู ูุชุฌุนู ุจููู ูุจููู ููุงูุฉ ุจูุจุณ ุงูุฃูุจุณุฉ ุงูุชู ุชููู ู
ููุ ูุงูุดูู ูุงูุญุตู ูุงูุฑู
ุถุงุก ูู ุงูุฃุฑุถ ู
ุฎููุ ูุชูุจุณ ุงููุนุงู ูุงูุฎูุงูุ ููุฐูู ุชุชุฎุฐ ุงูุจูุช ู
ู ุฃุฌู ุฃู ุชุชูู ุงูุดู
ุณ ูุงูุจุฑุฏ.. ูููุฐุง. Bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla adalah manusia membuat tameng antara dirinya dan murkanya Allah, sebagai bentuk rasa takut kepadaNya. Demikian itu bisa terjadi dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangannya. Inilah taqwa dengan pengertian menurut syariat. Ada pun makna secara bahasa lebih luas dari makna menurut syariat, yaitu manusia membuat pelindung antara dirinya dan segala sesuatu yang menakutkan dengan tameng yang bisa melindungi diri darinya. Maka, apa pun yang bisa menakutkan, lalu engkau jadikan pelindung antara dirimu dengannya, rasa dingin yang begitu menakutkan lalu engkau jadikan pelindung antara dirimu dengan rasa dingin itu dengan mengenakan pakaian yang menyelimutimu. Duri, kerikil, dan rasa panas di bumi yang sangat, hendaknya engkau mengenakan sendal dan khuf, demikian juga engkau berlindung di rumah untuk berlindung dari panas dan dingin โฆ begitu seterusnya. Syarh Sunan Abi Daud, 26/257 Pada syarah hadits ke 18 sudah dibahas tentang makna taqwa, serta dampak-dampaknya bagi kehidupan pribadi dan masyarakat. Silahkan merujuk! Selanjutnya ููุงูุณููู
ุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุชูุฃูู
ููุฑู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏู dengar dan taatlah walau pun yang memerintahkan kalian adalah seorang budak Dengar dan taatlah kepada pemimpin kalian, walau dia seorang budak yang menguasai urusan kalian. Syaikh Abul Ala Al Mubarkafuri Rahimahullah mengutip penjelasan Imam Al Khathabi Rahimahullah sebagai berikut ูุงู ุงูุฎุทุงุจู ูุฑูุฏ ุจู ุทุงุนุฉ ู
ู ููุงู ุงูุฅู
ุงู
ุนูููู
ูุฅู ูุงู ุนุจุฏุง ุญุจุดุง ููู
ูุฑุฏ ุจุฐูู ุฃู ูููู ุงูุงู
ุงู
ุนุจุฏุง ุญุจุดูุง ููุฏ ุซุจุช ุนูู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ุฃูู ูุงู ุงูุฃุฆู
ุฉ ู
ู ูุฑูุด ููุฏ ูุถุฑุจ ุงูู
ุซู ูู ุงูุดูุก ุจู
ุง ูุง ููุงุฏ ูุตุญ ูู ุงููุฌูุฏ ููููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ู
ู ุจูู ููู ู
ุณุฌุฏุง ููู ู
ุซู ู
ูุญุต ูุทุงุฉ ุจูู ุงููู ูู ุจูุชุง ูู ุงูุฌูุฉ ููุฏุฑ ู
ูุญุต ุงููุทุงุฉ ูุง ูููู ู
ุณุฌุฏุง ูุดุฎุต ุขุฏู
ู Al Khathabi berkata maksudnya adalah ketaatan kepada orang yang menjadi pemimpin yang mengurus kalian, walau dia seorang budak habsyi Etiopia, bukan bermakna seorang imam itu adalah diambil dari seorang budak Habsyi. Sebab telah shahih dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa para pemimpin itu berasal dari Quraisy. Itu hanyalah perumpamaan sesuatu dengan apa-apa yang pada kenyataannya tidak ada. Seperti sabdanya Shallallahu Alaihi wa Sallam barang siapa yang membangun masjid untuk Allah walau sebesar sangkar burung, niscaya Allah akan bangunkan baginya sebuah rumah di surga, dan ukuran sebesar sangkar burung tidaklah bisa menjadi masjid bagi seorang manusia. Tuhfah Al Ahwadzi, 7/366 Jadi, apa yang Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang ketaatan kepada pemimpin walau dia seorang budak habsyi hanyalah perumpamaan saja, bukan pada hakikatnya. Sebab, pemimpin itu hendaknya berasal dari Quraisy, yaitu kepemimpinan besar umat Islam dalam sistem kekhilafahan. Selanjutnya ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงููุงู ููุซููุฑูุงู Barang siapa di antara kalian yang masih hidup, niscaya akan banyak melihat perselisihan Yaitu barang siapa yang di antara kalian hidup setelah nabi wafat sebagaimana disebut dalam beberapa riwayat lain, kalian akan banyak melihat perselisihan dan juga sengit syadid. Baik perselisihan dalam perkataan, perbuatan, dan keyakinan. Imam Ibnu Allan Rahimahullah mengatakan ููู ู
ู ู
ุนุฌุฒุงุชู ุงูุฅุฎุจุงุฑ ุจู
ุง ููุน ุจุนุฏู ู
ู ูุซุฑุฉ ุงูุงุฎุชูุงู ูุบูุจุฉ ุงูู
ููุฑุ ููุฏ ูุงู ุนุงูู
ุงู ุจู ุฌู
ูุฉ ูุชูุตููุงูุ ูู
ุง ุตุญ ุฃูู ูุดู ูู ุนู
ุง ูููู ุฅูู ุฃู ูุฏุฎู ุฃูู ุงูุฌูุฉ ูุงููุงุฑ ู
ูุงุฒููู
ุ ููู
ููู ูุจููู ููู ุฃุญุฏ ูุฅูู
ุง ูุงู ูุญุฐุฑ ู
ูู ุนูู ุงูุนู
ูู
ุ ููุงู ูููู ุจุนุถ ุงูุชูุงุตูู ุฅูู ุงูุฎุตูุต ูุญุฐููุฉ ูุฃุจู ูุฑูุฑุฉ Pada hadits ini disebutkan di antara muโjizatnya, yaitu pengabaran tentang peristiwa yang akan terjadi setelah masanya, berupa banyaknya perselisihan dan banyaknya kemungkaran. Beliau telah mengetahui hal itu baik secara umum dan rinci, karena telah shahih bahwa disingkapkan baginya tentang apa-apa yang membuat masuknya penduduk surga dan neraka menuju tempat mereka masing-masing. Beliau tidak pernah menyingkapkannya kepada seorang pun, paling hanya memperingatkan secara umum. Ada orang khusus yang diberikan sebagian rincian informasi olehnya seperti Hudzaifah dan Abu Hurairah. Dalilul Falihin, 2/100 Ada hadits lain yang agak mirip, yakni yang memprediksikan terbagi-baginya umat Islam menjadi banyak golongan. Dari Auf bin Malik Radhiallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ุงููุชูุฑูููุชู ุงูููููููุฏู ุนูููู ุฅูุญูุฏูู ููุณูุจูุนูููู ููุฑูููุฉู ููููุงุญูุฏูุฉู ููู ุงููุฌููููุฉู ููุณูุจูุนูููู ููู ุงููููุงุฑู ููุงููุชูุฑูููุชู ุงููููุตูุงุฑูู ุนูููู ุซูููุชููููู ููุณูุจูุนูููู ููุฑูููุฉู ููุฅูุญูุฏูู ููุณูุจูุนูููู ููู ุงููููุงุฑู ููููุงุญูุฏูุฉู ููู ุงููุฌููููุฉู ููุงูููุฐูู ููููุณู ู
ูุญูู
ููุฏู ุจูููุฏููู ููุชูููุชูุฑูููููู ุฃูู
ููุชูู ุนูููู ุซูููุงุซู ููุณูุจูุนูููู ููุฑูููุฉู ููุงุญูุฏูุฉู ููู ุงููุฌููููุฉู ููุซูููุชูุงูู ููุณูุจูุนูููู ููู ุงููููุงุฑู ููููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ู
ููู ููู
ู ููุงูู ุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู โYahudi terpecah menjadi 71 golongan, satu di surga, yang 70 di neraka. Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, satu di surga, 71 di neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu di surga, 72 di neraka.โ Rasulullah ditanya โYa Rasulullah, siapakah mereka?โ Beliau menjawab Al Jamaโah.โ HR. Ibnu Majah No. 3992. Ath Thabarani, Musnad Asy Syamiyin No. 988 Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani, lihat Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 3992. Al Bushiri mengatakan โDalam sanadnya terdapat perbincangan.โ Lihat Az Zawaid, 4/179 Hadits perpecahan umat, juga diriwayatkan dari beberapa sahabat selain Auf bin Malik di atas, di antaranya Jalur Abu Hurairah, tetapi hanya menyebut jumlah perpecahan, tanpa menyebut โSatu Yang di Surgaโ dan tanpa menyebut Al Jamaโah. HR. Abu Daud No. 4596, Abu Yaโla No. 5910, Imam Al Hakim mengatakan shahih sesuai syarat Imam Muslim, Al Mustadrak Alash Shahihain, No. 441 Jalur Anas bin Malik, tetapi hanya menyebut perpecahan Bani Israel 71 kelompok, semua neraka kecuali satu, dan perpecahan Umat Islam saja 72 kelompok, semua neraka kecuali satu, yakni Al Jamaโah, tanpa menyebut perpecahan Nasrani. HR. Ibnu Majah No. 3993. Abu Yaโla No. 3938, Ibnu Jarir, Jamiโul Bayan, 4/32. Al Bushiri berkata isnadnya shahih, para perawinya terpercaya. Lihat Az Zawaid, 4/170. Secara zhahir, hadits ini bertentangan dengan hadits dari Auf bin Malik di atas, yang menyebut umat Islam terpecah menjadi 73. Ini hanya sebagian saja dari hadits tentang iftiraqul ummah perpecahan umat, yang menjadi dasar bahwa Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah Al Firqah An Najiyah. Catatan Sebagaian ulama ada yang meragukan validitas keshahihan hadits-hadits di atas. Seperti Imam Abu Muhammad bin Hazm, Imam Ibnul Wazir Al Yamani, dan Syaikh Yusuf Al Qaradhawi hafizhahullah. Ada beberapa alasan yang mereka utarakan, di antaranya Hadits ini sangat penting, bahkan Imam Al Hakim menyebutnya dengan Ushulul Kabir dasar-dasar yang agung. Namun, Bukhari-Muslim tidak meriwayatkannya. Betul bahwa hadits shahih juga banyak tersebar di kitab-kitab selain Bukhari-Muslim, tetapi mereka tidaklah meninggalkan dalam kitabnya masalah-masalah sepenting ini. Perpecahan umat Islam ada 73, kenapa umat terbaik perpecahaannya koq lebih banyak? Kalimat yang menyebutkan pengecualian yang selamat, yakni kata-kata โKecuali satu yang surga,โ atau kata โAl Jamaโahโ berpotensi disalahgunakan oleh sebagian orang untuk membenarkan kelompoknya, dan menyalahkan kelompok yang lain. Bahkan Imam Ibnul Wazir, dalam Kitab Al Awashim, mendhaifkan hadits-hadits ini secara keseluruhan, termasuk tambahannya, โKecuali satu yang surga,โ atau kata, โAl Jamaโah.โ Beliau berkata ูุฅูุงู ูุงูุงุบุชุฑุงุฑ ุจู โูููุง ูุงููุฉ ุฅูุง ูุงุญุฏุฉโ ูุฅููุง ุฒูุงุฏุฉ ูุงุณุฏุฉุ ุบูุฑ ุตุญูุญุฉ ุงููุงุนุฏุฉุ ููุง ูุคู
ู ุฃู ุชููู ู
ู ุฏุณูุณ ุงูู
ูุงุญุฏุฉ. ูุงู ูุนู ุงุจู ุญุฒู
ุฅููุง ู
ูุถูุนุฉุ ุนูุฑ ู
ููููุฉ ููุง ู
ุฑููุนุฉ โHati-hatilah anda, jangan tertipu dengan kata โ semua binasa kecuali satuโ karena itu adalah tambahan yang rusak, tidak shahih, dan direkayasa oleh orang mulhid atheis. Berkata Ibnu Hazm hadits ini palsu, tidak mauquf sampai di sahabat, dan tidak pula marfuโ sampai Rasulullah.โ Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ash Shahwah Al Islamiyah Baina Al Ikhtilaf Al Masyruโ wat Tafarruq Al Madzmum, Hal. 27 Dalam sanadnya terdapat seorang rawi bernama Muhammad bin Amr bin Al Qamah bin Al Waqqash Al Laitsi. Para ulama berkata tentang dia ุตุฏููุ ูู ุฃููุงู
โOrang jujur, tapi banyak keraguan.โ Imam Ibnu Hajar, Taqribut Tahdzib, 1/763. Imam Badruddin Al Aini, Maghani Al Akhyar, 6/63/527 Tetapi Imam Adz Dzahabi memberikan penilaian positif tentang dia ููุงู ุญุณู ุงูุญุฏูุซุ ูุซูุฑ ุงูุนูู
ุ ู
ุดููุฑุงู โDia hasan bagus haditsnya, banyak ilmu, dan terkenal.โ Imam Ad Dzahabi, Al Ibar fi Khabar min Ghabar, Hal. 38 Juga Imam An Nasaโi dan lainnya, berkata tentang dia โLaisa bihi baโsanโ Dia tidak apa-apa Imam Adz Dzahabi, Man Lahu Ar Riwayah fi Kutub As Sittah, 2/207 Namun demikian yang menshahihkan hadits ini, dari kalangan pakar dan imam hadits lebih banyak dibanding yang mendhaifkan. Seperti Imam Al Hakim, Imam At Tirmidzi, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnu Hajar, dan lain-lain. Sedangkan Imam Ibnu Hazm, telah masyhur dikalangan ulama bahwa dia adalah orang yang sangat ketat dalam menjarh menilai cacat perawi hadits, sampai-sampai ulama sekaliber Imam At Tirmidzi di katakannya majhul tidak dikenal!! Wallahu Aโlam Selanjutnya ููุนููููููู
ู ุจูุณููููุชููู maka hendaknya kalian berpegang kepada sunahku Yaitu jika kalian berselisih maka ikutilah sunahku sebagai solusi dari perselisihan, dan mengikuti sunahku itu adalah kewajiban. Baca Juga Kedudukan Sunnah dalam Islam Bag. 1 Selanjutnya ููุณููููุฉู ุงูุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏูููู ุงูู
ูููุฏููููููู dan sunah para khulafaur rasyidin yang telah mendapatkan petunjuk Yaitu selain mengikuti sunahku, ikuti pula sunah para khulafaur rasyidin sepeninggalku, karena mereka telah mendapatkan petunjuk. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Radhiallahu Anhum. Oleh karenanya tidaklah dikatakan bidโah apa-apa yang pernah dilakukan oleh mereka pada masa setelah wafatnya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, walau nabi tidak melakukannya. Karena hal itu merupakan sunah yang juga direkomendasikan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk diikuti. Seperti baitul maal pada masa Abu Bakar, pembukuan Al Quran pada masa Utsman, pembuatan penjara untuk penjahat pada masa Umar, keputusan-keputusan hukum Ali untuk para pemabuk atau Unta hilang yang tidak sama dengan masa nabi dan tiga khalifah setelahnya. Begitu pula tarawih 23 rakaat pada masa Umar Radhiallahu Anhu, yang telah menjadi ijmaโ para sahabat. Juga azan shalat Jumat sebanyak 2 kali yang dilakukan oleh khalifah Utsman bin Affan Radhiallahu Anhu, yang telah menjadi ijmaโ sukuti di antara para sahabat nabi. Semoga Allah Taโala meridhai mereka semua. Jalan sunah mereka adalah jalan yang diperintahkan oleh Allah Taโala untuk diikuti, dan Allah Taโala mengancam orang-orang yang menentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan tidak mengikuti jalan mereka. Allah Taโala berfirman ููู
ููู ููุดูุงูููู ุงูุฑููุณูููู ู
ููู ุจูุนูุฏู ู
ูุง ุชูุจูููููู ูููู ุงููููุฏูู ููููุชููุจูุนู ุบูููุฑู ุณูุจูููู ุงููู
ูุคูู
ูููููู ููููููููู ู
ูุง ุชููููููู ููููุตููููู ุฌููููููู
ู ููุณูุงุกูุชู ู
ูุตููุฑูุง Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. QS. An Nisa 4 115 Baca Juga Sekelumit tentang Keutamaan Khulafaur Rasyidin Selanjutnya ุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐู dan gigitlah dengan geraham kalian Yakni gigitlah sunah itu, sunah nabi dan sunah para khalifahnya, secara sungguh-sungguh. Imam Al Munawi Rahimahullah menjelaskan ุฃู ุจุฌู
ูุน ุงููู
ููุงูุฉ ุนู ุดุฏุฉ ุงูุชู
ุณู ููุฒูู
ุงูุงุชุจุงุน ููู
ูุงูููุงุฌุฐ ุงูุฃุถุฑุงุณ ุฃู ุงูุถูุงุญู ุฃู ุงูุฃููุงุจ Yaitu dengan sepenuh mulut kalian, ini merupakan perumpamaan dari kuatnya keteguhan dan komitmennya terhadap mengikuti sunah mereka. An Nawajidz adalah geraham atau taring. At Taisir, 5/48 Wallahu Aโlam
๏ปฟloading... 22. Apakah Aku akan Masuk Al-Jannah?ุนููู ุฃูุจููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุฌูุงุจูุฑ ุจููู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุงูุฃูููุตูุงุฑูููู โุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู
ูุง- ุฃูููู ุฑูุฌููุงู ุณูุฃููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููููุงูู ููุงุฑูุณูููู ุงูููู ุฃูุฑูุฃูููุชู ุฅูุฐูุง ุตููููููุชู ุงูุตููููููุงุชู ุงููู
ูููุชููุจูุงุชูุ ููุตูู
ูุชู ุฑูู
ูุถูุงููุ ููุฃูุญูููููุชู ุงููุญููุงููู ููุญูุฑููู
ูุชู ุงููุญูุฑูุงู
ูุ ููููู
ู ุฃูุฒูุฏู ุนูููู ุฐููููู ุดูููุฆูุง ุฃูุฃูุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉูุ ููุงูู ููุนูู
ูุ ููุงูู ููุงูููู ูุงู ุฃูุฒูููุฏู ุนูููู ุฐููููู ุดูููุฆูุง. ุฑูุงู ู
ุณูู
. ูู
ุนูู ุญุฑู
ุช ุงูุญุฑุงู
ุงุฌุชูุจุชู. ูู
ุนูู ุฃุญููุช ุงูุญูุงู ูุนูุชู ู
ุนุชูุฏุง ุญูู.โDari Abu Abdillah Jabir bin Abdillah Al Anshari radhiyallahu anhu, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dia berkata โWahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengerjakan shalat-shalat wajib lima waktu, puasa Ramadhan, aku menghalalkan apa yang halal dan aku mengharamkan apa yang haram serta aku tidak akan menambahnya dengan sesuatupun selain itu, apakah aku akan masuk jannah?โ Beliau menjawabโYa.โ Dia berkata Demi Allah I, aku tidak akan menambahnya dengan sesuatupun.โ HR. MuslimMakna โAku mengharamkan apa yang haramโ adalah aku menjauhinya, sedangkan makna โmenghalalkan apa yang halalโ adalah aku akan mengerjakannya dengan meyakini Kesucian itu Separuh dari Imanุนููู ุฃูุจูู ู
ูุงูููู ุงููุญูุงุฑูุซู ุจููู ุนูุงุตูู
ู ุงูุฃูุดูุนูุฑูููู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุงูุทููููููุฑู ุดูุทูุฑู ุงูุฅูููู
ูุงููุ ููุงููุญูู
ูุฏู ูููู ุชูู
ููุฃู ุงููู
ูููุฒูุงููุ ููุณูุจูุญูุงูู ุงูููู ููุงููุญูู
ูุฏู ูููู ุชูู
ููุฃููู โุฃููู ุชูู
ููุฃู- ู
ูุง ุจููููู ุงูุณููู
ูุงุกู ููุงูุฃูุฑูุถูุ ููุงูุตูููุงูุฉู ููููุฑู ููุงูุตููุฏูููุฉู ุจูุฑูููุงูู ููุงูุตููุจูุฑู ุถูููุงุกู ููุงููููุฑูุขูู ุญูุฌููุฉู ูููู ุฃููู ุนูููููููุ ููููู ุงููููุงุณู ููุบูุฏูู ููุจูุงุฆูุนู ูููุณููู ููู
ูููุชูููููุง ุฃููู ู
ูููุจูููููุง. ุฑูุงู Abu Malik Al Harits bin Ashim Al Asyโari radhiyallahu anhu, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โKesucian itu separuh dari iman, ucapan Alhamdulillah Segala puji hanya bagi Allah memenuhi timbangan, ucapannya Subhanallah Maha Suci Allah dan Alhamdulillah Segala Puji hanya bagi Allah keduanya memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah burhan bukti, sabar itu dhiyaโ cahaya yang disertai rasa panas. Al Qurโan itu bisa menjadi hujjah bagimu atau hujjah atasmu. Setiap orang berangkat di pagi hari sampai menjual dirinya sehingga dia membebaskannya atau membinasakannya.โ HR Muslim24. Janganlah Kalian saling Menzhalimiุนููู ุฃูุจูู ุฐูุฑูู ุงููุบูููุงุฑููู ุฑุถู ุงููู ุนูู ุนููู ุงููููุจูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููููู
ูุง ููุฑููููููู ุนููู ุฑูุจูููู ุณุจุญุงูู ูุชุนุงูู ุฃูููููู ููุงูู ููุงุนูุจูุงุฏูู ุฅููููู ุญูุฑููู
ูุชู ุงูุธููููู
ู ุนูููู ููููุณูู ููุฌูุนูููุชููู ุจูููููููู
ู ู
ูุญูุฑููู
ูุง ูููุงู ุชูุธูุงููู
ููุง, ููุงุนูุจูุงุฏูู ูููููููู
ู ุถูุงููู ุฅููุงูู ู
ููู ููุฏูููุชููู ููุงุณูุชูููุฏููููู ุฃูููุฏูููู
ู, ููุงุนูุจูุงุฏูู ูููููููู
ู ุฌูุงุฆูุนู ุฅููุงูู ู
ููู ุฃูุทูุนูู
ูุชููู ููุงุณูุชูุทูุนูู
ููููู ุฃูุทูุนูู
ูููู
ู, ููุงุนูุจูุงุฏูู ูููููููู
ู ุนูุงุฑ ุฅููุงูู ู
ููู ููุณูููุชููู ููุงุณูุชูููุณููููู ุฃูููุณูููู
ู, ููุงุนูุจูุงุฏูู ุฅููููููู
ู ุชูุฎูุทูุฆูููู ุจูุงูููููููู ููุงููููููุงุฑู ููุฃูููุง ุฃูุบูููุฑู ุงูุฐูููููุจู ุฌูู
ูููุนูุง ููุงุณูุชูุบูููุฑููููู ุฃูุบูููุฑู ููููู
ู, ููุงุนูุจูุงุฏูู ุฅููููููู
ู ูููู ุชูุจูููุบููุง ุถูุฑููู ููุชูุถูุฑูููููู ูููููู ุชูุจูููุบููุง ููููุนูู ููุชูููููุนููููู, ููุงุนูุจูุงุฏูู ูููู ุฃูููู ุฃููููููููู
ู ููุขุฎูุฑูููู
ู ููุฅูููุณูููู
ู ููุฌููููููู
ู ููุงูููุง ุนูููู ุฃูุชูููู ููููุจู ุฑูุฌููู ููุงุญูุฏู ู
ูููููู
ู ู
ูุง ุฒูุงุฏู ุฐููููู ููู ู
ูููููู ุดูููุฆูุง, ููุงุนูุจูุงุฏูู ูููู ุฃูููู ุฃููููููููู
ู ููุขุฎูุฑูููู
ู ููุฅูููุณูููู
ู ููุฌููููููู
ู ููุงูููุง ุนูููู ุฃูููุฌูุฑู ููููุจู ุฑูุฌููู ููุงุญูุฏู ู
ูููููู
ู ู
ูุงููููุตู ุฐููููู ู
ููู ู
ูููููู ุดูููุฆูุง, ููุงุนูุจูุงุฏูู ูููู ุฃูููู ุฃููููููููู
ู ููุขุฎูุฑูููู
ู ููุฅูููุณูููู
ู ููุฌููููููู
ู ููุงู
ููุง ููู ุตูุนูููุฏู ููุงุญูุฏู ููุณูุฃููููููู ููุฃูุนูุทูููุชู ููููู ุฅูููุณูุงูู ู
ูุณูุฃูููุชููู ู
ูุงููููุตู ุฐููููู ู
ูู
ููุง ุนูููุฏูู ุฅููุงูู ููู
ูุง ููููููุตู ุงูู
ูุฎูููุทู ุฅูุฐูุง ุฃูุฏูุฎููู ุงูุจูุญูุฑู, ููุงุนูุจูุงุฏูู ุฅููููู
ูุง ูููู ุฃูุนูู
ูุงููููู
ู ุฃูุญูุตูููููุง ููููู
ู ุซูู
ูู ุฃููููููููููู
ู ุฅููููุงููุง ููู
ููู ููุฌูุฏู ุฎูููุฑูุง ููููููุญูู
ูุฏู ุงูููู ููู
ููู ููุฌูุฏู ุบูููุฑู ุฐููููู ูููุงู ูููููู
ูููู ุฅููุงูู ููููุณููู. ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ูDari Abu Dzar Al-Ghifary radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dalam hadits qudsi yang beliau shallallahu alaihi wa sallam riwayatkan dari Rabb-nya, bahwasanya Dia subhanahu wa taโala berfirman โWahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan Akupun jadikan kezhaliman itu diantara kalian sebagai sesuatu yang haram. Maka janganlah kalian saling menzhalimi. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua adalah sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku akan menunjukimu. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua kelaparan kecuali yang telah Aku beri makan, maka mintalah makanan kepada-Ku pasti Aku akan memberi kalian makanan. Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua telanjang kecuali yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku pasti Aku akan memberi kalian pakaian. Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu berbuat salah siang dan malam dan Aku senantiasa mengampuni semua perbuatan dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku. Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan memudharatkan-Ku dan tidak akan pula memberi manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-hamba-Ku, kalau seandainya orang-orang pertama di antara kalian dan orang-orang terakhir belakangan baik manusia atau jin semua berada pada satu hati yang paling bertakwa diantara kalian, tidaklah hal itu menambah atas kerajaan kekuasaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-hamba-Ku, jika orang-orang yang pertama dan terakhir dari kalian semua berada pada satu hati yang paling durhaka diantara kalian, tidaklah hal itu akan mengurangi kerajaan kekuasaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-hamba-Ku,sesungguhnya jika orang-orang yang pertama dan terakhir dari kalian baik manusia dan jin berdiri di satu tempat tinggi dan luas lalu meminta kebutuhannya kepada-Ku, kemudian Aku memberikan setiap orang apa yang dimintanya, maka tidaklah hal itu mengurangi sedikitpun apa yang ada pada-Ku kecuali seperti berkurangnya air laut yang menetes yang diujung jarum jika dicelupkan kedalam lautan. Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya semua itu adalah amalan-amalan kalian yang Aku catat untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya untuk bagi yang mendapatkan kebaikan, hendaklah dia memuji Allah I dan bagi yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.โ HR. Muslim26. Setiap Persendian Ada Sedekahnyaุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููููู ุณููุงูู
ูู ู
ููู ุงููููุงุณู ุนููููููู ุตูุฏูููุฉู ููููู ูููู
ู ุชูุทูููุนู ูููููู ุงูุดููู
ูุณู ุชูุนูุฏููู ุจููููู ุงุซููููููู ุตูุฏูููุฉูุ ููุชูุนููููู ุงูุฑููุฌููู ููู ุฏูุงุจููุชููู ููุชูุญูู
ูููู ุนูููููููุง ุฃููู ุชูุฑูููุนู ูููู ุนูููููููุง ู
ูุชูุงุนููู ุตูุฏูููุฉูุ ููุงููููููู
ูุฉู ุงูุทูููููุจูุฉู ุตูุฏูููุฉูุ ููุจูููููู ุฎูุทูููุฉู ุชูู
ูุดูููููุง ุฅูููู ุงูุตูููุงุฉู ุตูุฏูููุฉูุ ููุชูู
ูููุทู ุงูุฃูุฐูู ุนููู ุงูุทููุฑููููู ุตูุฏูููุฉู. ุฑูููุงูู ุงููุจูุฎูุงุฑูููู ููู
ูุณูููู
ูDari Abu Hurairah radhiyallahu anhu , ia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โSetiap persendian dari manusia itu ada sedekahnya pada setiap hari yang matahari terbit padanya. Berbuat adil antara dua orang adalah sedekah, menolong seseorang dalam urusan kendaraannya membantunya agar bisa menaiki kendaraannya atau engkau angkatkan barang-barangnya ke atas kendaraannya itu juga sedekah. Sebuah ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang kamu ayunkan menuju tempat shalat adalah sedekah dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekahโ. HR. Bukhari dan Muslim27. Kebaikan itu adalah Akhlak yang Baikุนููู ุงูููููููุงุณู ุจููู ุณูู
ูุนูุงูู ุฑุถู ุงููู ุนููุ ุนููู ุงููููุจูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุงูู ุงููุจูุฑูู ุญูุณููู ุงููุฎูููููุ ููุงูุฅูุซูู
ู ู
ูุง ุญูุงูู ูููู ููููุณููู ููููุฑูููุชู ุฃููู ููุทููููุนู ุนููููููู ุงููููุงุณู . ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ู. ููุนููู ููุงุจูุตูุฉู ุจููู ู
ูุนูุจูุฏู ุฑุถู ุงููู ุนูู ุ ููุงูู ุฃูุชูููุชู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุ ููููุงูู ุฌูุฆูุช ุชูุณูุฃููู ุนููู ุงููุจูุฑูู ุ ููููุชู ููุนูู
ูุ ููุงูู ุงุณูุชูููุชู ููููุจูููุ ุงููุจูุฑูู ู
ูุง ุงุทูู
ูุฃููููุชู ุฅููููููู ุงููููููุณู ููุงุทูู
ูุฃูููู ุฅููููููู ุงููููููุจูุ ููุงูุฅูุซูู
ู ู
ูุงุญูุงูู ููู ุงููููููุณู ููุชูุฑูุฏููุฏู ููู ุงูุตููุฏูุฑูุ ููุฅููู ุฃูููุชูุงูู ุงููููุงุณู ุญูุณูููุ ุฑูููููููุงูู ููู ู
ูุณูููุฏููู ุงูุฅูู
ูุงู
ููู ุฃูุญูู
ูุฏู ุจููู ุญูููุจูููุ ููุงูุฏููุงุฑูู
ูู ุจูุฅูุณูููุงุฏู Nawwas bin Samโan radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda โKebaikan itu adalah akhlak yang baik, kejelekan dosa itu adalah sesuatu yang meresahkan jiwamu dan engkau benci apabila manusia mengetahuinya.โ HR. MuslimDari Wabishah bin Maโbad radhiyallahu anhu dia berkata Aku mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam maka beliau shallallahu alaihi wa sallam berkata โEngkau datang untuk bertanya tentang kebaikan ?โ Aku menjawab โYa,โ Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda โMintalah fatwa kepada hatimu, karena kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwa dan hati merasa tenang, sedangkan kejelekan dosa itu adalah sesuatu yang meresahkan jiwa dan membimbangkan dada meskipun manusia telah berulang kali memberi fatwa kepadamu.โ Hadits ini hasan, kami meriwayatkannya dari musnad 2 Imam, yaitu Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan.[Diriwayatkan ahmad 4/227 dan Ad Darimi 2/246]28. Mendengar dan Taat kepada Penguasaุนููู ุฃูุจูู ููุฌูููุญู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููุงูู ููุนูุธูููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ู
ูููุนูุธูุฉู ููุฌูููุชู ู
ูููููุง ุงููููููุจู, ููุฐูุฑูููุชู ู
ูููููุง ุงููุนูููููู, ููููููููุง ููุง ุฑูุณูููู ุงูููู, ููุฃููููููุง ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู, ููุฃูููุตูููุง, ููุงููโ ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ุนูุฒููููุฌูููู, ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนุฉู, ููุฅููู ุชูุฃูู
ููุฑู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏู ุญูุจูุดูููู, ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงูููุง ููุซูููุฑูุง, ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููู ุงููู
ูููุฏููููููู, ุนูุถููููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐู, ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงูุฃูู
ููุฑู, ููุฅูููู ููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู.โ ุฑูููุงูู ุงูุชููุฑูู
ูุฐูููู, ููููุงููุญูุฏูููุซู ุญูุณููู Abu Najih Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu, dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah memberikan nasehat kepada kami dengan sebuah nasehat yang menyebabkan hati bergetar dan air mata berlinang, lalu kami berkata Ya Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat orang yang akan berpisah, maka berilah kami wasiat!
โ Syarah Hadits Irbadh bin Sariyah Berpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku Alhamdulillah Washshalฤtu wassalฤmu alฤ rasลซlillฤh, wa alฤ ฤlihi wa ash hฤbihi ajmaโin โขโข Untuk Mengikuti Sunnah Rasulullah Dan Larangan Taklid dan Fanatisme Mengikuti Al-Kitab Dan As- Sunnah Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Dalam Segala Hal Dengan Al-Qurโan & Sunnah yang Memegang Bara Api Sunnah Nabi yang Kian Terasing Memegang Bara Api Upaya Merusak Islam 8. Sunnah Sumber Agama As-Sunnah Dengan Al-Qurโan Cara Allah Subhanahu Wa Taโala Menjaga Dan Memelihara Sunnah? Antara Musuh Dan Pembelanya Juga Merupakan Wahyu Sunnah Dan Ahlu Sunnah DiTengah Maraknya Bidโah Dan Ahli Bidโah โขโข Berpeganglah Dengan Sunnahku-Ust Abdullah Taslim Berpeganglah Kepada Sunnah-Ust Ihsan Berpeganglah Teguh Dengan Sunnah-Ust Abdullah Taslim Berpeganglah Teguh Diatas Sunnah-Syeikh Ibrahim Ar Ruhaily / Berpegang Teguh Diatas Sunnah JalanKeselamatan-Ustadz Abu Yaโla Kurnaedi โขโข AGAR TIDAK TAKUT HANTU, SETAN -Ust Mizan Qudsiyah 10Mb 50Mnit Bolehkah Mengatakan Sekarang ini Masyarakat Jahiliyah-Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. Berpegang Teguh Kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam-Ust Abu Yaโla Kurnaedi Nasihat Para Salafush Shalih Untuk Berpegang Teguh Kepada Sunnah-Ust Abu Yaโla Kurnaedi Bahaya Ghuluw dan Mengkultuskan Individu-Ust Abu Haidar As Sundawy Nikmatnya Mengalahkan Nafsu dan Setan-Syaikh Abdurrazzaq bin AbdMuhsin Al-Badr Mengagungkan & Mencintai Allah Serta Mengingat Nikmat-NikmatNya-Syaikh Abdurrazzaq bin AbdilMuhsin Al-Badr Hakikat Pemuliaan Terhadap Seorang Manusia-Ust Ahmad Zainuddin Syirik Pada Zaman Jahiliyah dan Tindakan Pencegahannya-Ust Abu Haidar โขโข Ebook Kewajiban Berpegang Teguh Diatas Sunnah-Syaikh Abdul Aziz Bin Baz Mengagungkan Sunnah-Nabi-Shallallahu-Alaihi-Wasallam. Kewajiban Berpegang Teguh Kepada Sunnah Kewajiban Berpegang Teguh Kepada Sunnah dan Waspada Terhadap Bidโah Berpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku โขโข ___ โก Berpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku Segala puji bagi Allah Rabbul alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma baโdu Berikut pembahasan tentang Hadits, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
โก Syarah Hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhuBerpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma baโdu โ
Berikut ini syarah hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin. Hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu dia berkata, โRasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Kami berkata, โWahai Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat.โ Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ุนูุฒูู ููุฌููููุ ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุชูุฃูู
ููุฑู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏูุ ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงููุงู ููุซูููุฑุงู. ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููู ุงููู
ูููุฏูููููููู ุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐูุ ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงููุฃูู
ูููุฑูุ ููุฅูููู ููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู โSaya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Taโala, tunduk dan patuh kepada pemimpin meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena barang siapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah genggamlah dengan kuat dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan dalam agama, karena semua perkara bidโah adalah sesat.โ HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jamiโ no. 2549. โก Penjelasan hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu โ
Kalimat, โRasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan kami nasehat mauโizhahโ. Mauโizhah artinya mengingatkan disertai targhib dorongan dan tarhib ancaman. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam memberikan nasihat melihat waktu yang tepat dan memperhatikan kondisi madโu audien. Beliau shallallahu alaihi wa sallam juga dalam memberikan nasihat sangat menyentuh hati. Dalam memberikan nasihat, Beliau mengikuti Al Qurโan, yaitu menyertakan targhib dengan tarhib, sehingga tidak membuat putus asa manusia dan tidak membuat manusia berani melakukan maksat. Sebagian kaum salaf berkata, ุฅููู ุงููููููููู ููููู ุงููููููููู ุงูููุฐูู ููุง ููุคููููุณู ุงููููุงุณู ู
ููู ุฑูุญูู
ูุฉู ุงูููููู ููููุง ููุฌูุฑููุฆูููู
ู ุนูููู ู
ูุนูุงุตูู ุงูููููู โSesungguhnya orang yang betul-betul faqih adalah orang yang tidak membuat putus asa manusia dari rahmat Allah dan tidak membuat mereka berani mengerjakan maksiat kepada Allah.โ โ
Sabda Beliau, โBertakwa kepada Allahโ, maksudnya adalah mencari perlindungan dari azab Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Dan tidak ada wasiat yang paling mulia dan paling lengkap melebihi wasiat untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla, bahkan Allah mewasiatkan kita dan umat-umat sebelum kita untuk bertakwa kepada -Nya, Dia berfirman, ููููููุฏู ููุตููููููุง ุงูููุฐูููู ุฃููุชููุง ุงููููุชูุงุจู ู
ููู ููุจูููููู
ู ููุฅููููุงููู
ู ุฃููู ุงุชูููููุง ุงูููููู ููุฅููู ุชูููููุฑููุง ููุฅูููู ููููููู ู
ูุง ููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููู
ูุง ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููููุงูู ุงูููููู ุบููููููุง ุญูู
ููุฏูุง โDan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan juga kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir Maka ketahuilah, sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah, dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.โ QS. An Nisaa 131 โ
Sabda Beliau, โTunduk dan patuh kepada pemimpin kalian,โ maksudnya tunduk dan patuh kepada para pemimpin baik adil maupun zalim, yakni dengarkanlah apa yang mereka katakan dan jauhilah apa yang mereka larang, meskipun yang memimpin kalian seorang budak. Tentunya jika mereka tidak memerintahkan bermaksiat. jika ternyata memerintahkan bermaksiat, maka tidak boleh ditaati. Perintah menaati ulil amri disebutkan di surat An Nisaaโ ayat 59, ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุฃูุทููุนููุง ุงูููููู ููุฃูุทููุนููุง ุงูุฑููุณูููู ููุฃููููู ุงููุฃูู
ูุฑู ู
ูููููู
ู ููุฅููู ุชูููุงุฒูุนูุชูู
ู ููู ุดูููุกู ููุฑูุฏููููู ุฅูููู ุงูููููู ููุงูุฑููุณูููู ุฅููู ููููุชูู
ู ุชูุคูู
ูููููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู
ู ุงููุขุฎูุฑู ุฐููููู ุฎูููุฑู ููุฃูุญูุณููู ุชูุฃููููููุง Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Quran dan Rasul sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. QS. An Nisaaโ 59 Pada ayat tersebut, taat kepada ulil amri tidak diberi tambahan โtaatilahโ sebagaimana ketika Allah memerintahkan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, hal itu karena taat kepada ulil amri tidak mutlak. โ
Ibnu Rajab Al Hanbaliy berkata, โAdapun mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin, maka di dalamnya terdapat kebahagiaan di dunia. Dengannya, maslahat kehidupan hamba menjadi tertib, dan dengannya pula mereka bisa menampakkan agama mereka dan menaati Rabb mereka.โ โ
Al Mubarakfuri berkata, โDalam hadits tersebut terdapat dorongan untuk bersikap halus dan sejalan dengan pemerintah serta menjaga diri dari hal yang menimbulkan fitnah kekacauan dan mengakibatkan berpecah-belah.โ โ
Dalam Al Majmaโ disebutkan, โJika dikatakan, bahwa syarat imam pemerintah itu harus seorang merdeka, bersuku Quraisy, dan selamat anggota badannya dari cacat, maka saya katakan, โYa, jika diangkat berdasarkan keputusan Ahlul Halli wal Aqdi tim pengangkat kepala negara. Tetapi jika suatu pemerintahan digulingkan oleh yang lain lalu yang menggulingkan menjadi pemimpin, maka tetap tidak boleh menyelisihinya, dan hukum-hukumnya tetap diberlakukan meskipun ia seorang budak atau seorang muslim yang fasik. Di samping itu, dalam hadits itu tidak disebut Imam, bahkan imam memberikan salah satu kekuasaan kepadanya.โ โ
Pensyarah kitab Aqidah Thahawiyyah berkata, ุฃูู
ููุง ููุฒูููู
ู ุทูุงุนูุชูููู
ู ููุฅููู ุฌูุงุฑูููุง ุ ููููุฃูููููู ููุชูุฑูุชููุจู ุนูููู ุงููุฎูุฑูููุฌู ุนููู ุทูุงุนูุชูููู
ู ู
ููู ุงููู
ูููุงุณูุฏู ุฃูุถูุนูุงูู ู
ูุง ููุญูุตููู ู
ููู ุฌูููุฑูููู
ู ุ ุจููู ููู ุงูุตููุจูุฑู ุนูููู ุฌูููุฑูููู
ู ุชูููููููุฑู ุงูุณูููููุฆูุงุชู ุ ููู
ูุถูุงุนูููุฉู ุงููุฃูุฌูููุฑู ุ ููุฅูููู ุงูููู ุชูุนูุงููู ู
ูุง ุณููููุทูููู
ู ุนูููููููุง ุฅููุงูู ููููุณูุงุฏู ุฃูุนูู
ูุงููููุง ุ ููุงููุฌูุฒูุงุกู ู
ููู ุฌูููุณู ุงููุนูู
ููู โAdapun wajibnya menaati mereka penguasa meskipun mereka zalim, karena memberontak terhadap mereka menimbulkan banyak mafsadat melebihi tindak kezaliman yang mereka lakukan. Bahkan bersabar terhadap gangguan mereka dapat menghapuskan kesalahan dan melipatgandakan pahala, karena Allah Taโala tidaklah memberikan kekuasaan kepada mereka atas kita kecuali karena buruknya amal kita, dan balasan itu sesuai dengan amalan yang dikerjakan.โ โ
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู
ููู ุฑูุฃูู ู
ููู ุฃูู
ููุฑููู ุดูููุฆูุง ููููุฑููููู ููููููุตูุจูุฑู ุนููููููู ููุฅูููููู ู
ููู ููุงุฑููู ุงูุฌูู
ูุงุนูุฉู ุดูุจูุฑูุง ููู
ูุงุชูุ ุฅููููุง ู
ูุงุชู ู
ููุชูุฉู ุฌูุงูููููููุฉูยป โBarang siapa yang melihat suatu hal yang tidak disukai dari pemimpinnya, maka hendaknya ia bersabar, karena barang siapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja, lalu ia meninggal dunia, maka ia akan meninggal dunia dengan cara Jahiliyyah.โ HR. Bukhari dan Muslim โ
Sabda Beliau, โKarena barang siapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk,โ yakni siapa saja yang diberi umur panjang, maka ia akan melihat banyak perselisihan baik dalam masalah akidah, ibadah, manhaj jalan hidup, dsb. yang membuat seseorang kebingungan untuk memilih mana jalan yang harus ia ikuti, apalagi masing-masing golongan yang ada seakan-akan di atas kebenaran karena berdalil meskipun sebenarnya salah dalam memahami dalilnya. Apa yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sampaikan ternyata benar-benar terjadi. Telah terjadi perselisihan yang banyak sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Hal, ini tampak sekali setelah terbunuhnya Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, pintu fitnah terbuka, umat Islam pun berselisih dan terus berselisih. Namun demikian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak membiarkan begitu saja umatnya kebingungan, bahkan Beliau memberikan jalan keluar saat kita menghadapi kondisi tersebut, yaitu dengan berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa sallam menyuruh kita untuk mengikuti sunnah Beliau meskipun menyelisihi kebanyakan orang. Tidak sebatas itu, Beliau juga menyuruh kita mengikuti para khalifah pengganti Beliau shallallahu alaihi wa sallam yang rasyidin mendapat petunjuk, yang tidak lain adalah para sahabat Beliau, terutama khalifah yang empat; Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu anhum. Hal itu, karena bisa saja di antara golongan-golongan itu berdalih dengan ayat atau hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, namun dalam memahaminya tidak seperti yang dipahami Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya, sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menambahkan dengan sunnah jalan yang ditempuh, cara beragama, dan pemahaman para sahabat, yakni apakah para sahabat memahami seperti itu ketika mendengar ayat atau hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terutama pada ayat atau hadits-hadits yang membutuhkan penjelasan tambahan karena masih samar. โ
Oleh karena itu Al Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam mukadimah kitab tafsirnya, โApabila ada seseorang yang bertanya, โApa cara terbaik dalam menafsirkan Al Qurโan?โ Jawab, โSesungguhnya cara terbaik dalam hal ini adalah menafsirkan Al Qurโan dengan penjelasan Al Quran, yang masih belum jelas di ayat ini mungkin dijelaskan di ayat lain. Jika kamu tidak menemukan penjelasan di ayat lain, maka dengan melihat As Sunnah, karena ia adalah pensyarah Al Qurโan dan penjelasnyaโฆdst.โ Lanjut Ke Halaman 2 Laman 12
Berpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma baโdu Berikut ini syarah hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin. Hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu dia berkata, โRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Kami berkata, โWahai Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat.โ Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ุนูุฒูู ููุฌููููุ ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุชูุฃูู
ููุฑู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏูุ ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงููุงู ููุซูููุฑุงู. ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููู ุงููู
ูููุฏูููููููู ุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐูุ ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงููุฃูู
ูููุฑูุ ููุฅูููู ููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู โSaya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Taโala, tunduk dan patuh kepada pemimpin meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena barang siapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah genggamlah dengan kuat dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan dalam agama, karena semua perkara bidโah adalah sesat.โ HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jamiโ no. 2549. Penjelasan hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu Kalimat, โRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kami nasehat mauโizhahโ. Mauโizhah artinya mengingatkan disertai targhib dorongan dan tarhib ancaman. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam memberikan nasihat melihat waktu yang tepat dan memperhatikan kondisi madโu audien. Beliau shallallahu alaihi wa sallam juga dalam memberikan nasihat sangat menyentuh hati. Dalam memberikan nasihat, Beliau mengikuti Al Qurโan, yaitu menyertakan targhib dengan tarhib, sehingga tidak membuat putus asa manusia dan tidak membuat manusia berani melakukan maksiat. Sebagian kaum salaf berkata, ุฅููู ุงููููููููู ููููู ุงููููููููู ุงูููุฐูู ููุง ููุคููููุณู ุงููููุงุณู ู
ููู ุฑูุญูู
ูุฉู ุงูููููู ููููุง ููุฌูุฑููุฆูููู
ู ุนูููู ู
ูุนูุงุตูู ุงูููููู โSesungguhnya orang yang betul-betul faqih adalah orang yang tidak membuat putus asa manusia dari rahmat Allah dan tidak membuat mereka berani mengerjakan maksiat kepada Allah.โ Sabda Beliau, โBertakwa kepada Allahโ, maksudnya adalah mencari perlindungan dari azab Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Dan tidak ada wasiat yang paling mulia dan paling lengkap melebihi wasiat untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla, bahkan Allah mewasiatkan kita dan umat-umat sebelum kita untuk bertakwa kepada -Nya, Dia berfirman, ููููููุฏู ููุตููููููุง ุงูููุฐูููู ุฃููุชููุง ุงููููุชูุงุจู ู
ููู ููุจูููููู
ู ููุฅููููุงููู
ู ุฃููู ุงุชูููููุง ุงูููููู ููุฅููู ุชูููููุฑููุง ููุฅูููู ููููููู ู
ูุง ููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููู
ูุง ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููููุงูู ุงูููููู ุบููููููุง ุญูู
ููุฏูุง โDan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan juga kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir Maka ketahuilah, sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah, dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.โ QS. An Nisaa 131 Sabda Beliau, โTunduk dan patuh kepada pemimpin kalian,โ maksudnya tunduk dan patuh kepada para pemimpin baik adil maupun zalim, yakni dengarkanlah apa yang mereka katakan dan jauhilah apa yang mereka larang, meskipun yang memimpin kalian seorang budak. Tentunya jika mereka tidak memerintahkan bermaksiat. jika ternyata memerintahkan bermaksiat, maka tidak boleh ditaati. Perintah menaati ulil amri disebutkan di surat An Nisaaโ ayat 59, ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุฃูุทููุนููุง ุงูููููู ููุฃูุทููุนููุง ุงูุฑููุณูููู ููุฃููููู ุงููุฃูู
ูุฑู ู
ูููููู
ู ููุฅููู ุชูููุงุฒูุนูุชูู
ู ููู ุดูููุกู ููุฑูุฏููููู ุฅูููู ุงูููููู ููุงูุฑููุณูููู ุฅููู ููููุชูู
ู ุชูุคูู
ูููููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู
ู ุงููุขุฎูุฑู ุฐููููู ุฎูููุฑู ููุฃูุญูุณููู ุชูุฃููููููุง Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Quran dan Rasul sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. QS. An Nisaaโ 59 Pada ayat tersebut, taat kepada ulil amri tidak diberi tambahan โtaatilahโ sebagaimana ketika Allah memerintahkan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, hal itu karena taat kepada ulil amri tidak mutlak. Ibnu Rajab Al Hanbaliy berkata, โAdapun mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin, maka di dalamnya terdapat kebahagiaan di dunia. Dengannya, maslahat kehidupan hamba menjadi tertib, dan dengannya pula mereka bisa menampakkan agama mereka dan menaati Rabb mereka.โ Al Mubarakfuri berkata, โDalam hadits tersebut terdapat dorongan untuk bersikap halus dan sejalan dengan pemerintah serta menjaga diri dari hal yang menimbulkan fitnah kekacauan dan mengakibatkan berpecah-belah.โ Dalam Al Majmaโ disebutkan, โJika dikatakan, bahwa syarat imam pemerintah itu harus seorang merdeka, bersuku Quraisy, dan selamat anggota badannya dari cacat, maka saya katakan, โYa, jika diangkat berdasarkan keputusan Ahlul Halli wal Aqdi tim pengangkat kepala negara. Tetapi jika suatu pemerintahan digulingkan oleh yang lain lalu yang menggulingkan menjadi pemimpin, maka tetap tidak boleh menyelisihinya, dan hukum-hukumnya tetap diberlakukan meskipun ia seorang budak atau seorang muslim yang fasik. Di samping itu, dalam hadits itu tidak disebut Imam, bahkan imam memberikan salah satu kekuasaan kepadanya.โ Pensyarah kitab Aqidah Thahawiyyah berkata, ุฃูู
ููุง ููุฒูููู
ู ุทูุงุนูุชูููู
ู ููุฅููู ุฌูุงุฑูููุง ุ ููููุฃูููููู ููุชูุฑูุชููุจู ุนูููู ุงููุฎูุฑูููุฌู ุนููู ุทูุงุนูุชูููู
ู ู
ููู ุงููู
ูููุงุณูุฏู ุฃูุถูุนูุงูู ู
ูุง ููุญูุตููู ู
ููู ุฌูููุฑูููู
ู ุ ุจููู ููู ุงูุตููุจูุฑู ุนูููู ุฌูููุฑูููู
ู ุชูููููููุฑู ุงูุณูููููุฆูุงุชู ุ ููู
ูุถูุงุนูููุฉู ุงููุฃูุฌูููุฑู ุ ููุฅูููู ุงูููู ุชูุนูุงููู ู
ูุง ุณููููุทูููู
ู ุนูููููููุง ุฅููุงูู ููููุณูุงุฏู ุฃูุนูู
ูุงููููุง ุ ููุงููุฌูุฒูุงุกู ู
ููู ุฌูููุณู ุงููุนูู
ููู โAdapun wajibnya menaati mereka penguasa meskipun mereka zalim, karena memberontak terhadap mereka menimbulkan banyak mafsadat melebihi tindak kezaliman yang mereka lakukan. Bahkan bersabar terhadap gangguan mereka dapat menghapuskan kesalahan dan melipatgandakan pahala, karena Allah Taโala tidaklah memberikan kekuasaan kepada mereka atas kita kecuali karena buruknya amal kita, dan balasan itu sesuai dengan amalan yang dikerjakan.โ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู
ููู ุฑูุฃูู ู
ููู ุฃูู
ููุฑููู ุดูููุฆูุง ููููุฑููููู ููููููุตูุจูุฑู ุนููููููู ููุฅูููููู ู
ููู ููุงุฑููู ุงูุฌูู
ูุงุนูุฉู ุดูุจูุฑูุง ููู
ูุงุชูุ ุฅููููุง ู
ูุงุชู ู
ููุชูุฉู ุฌูุงูููููููุฉูยป โBarang siapa yang melihat suatu hal yang tidak disukai dari pemimpinnya, maka hendaknya ia bersabar, karena barang siapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja, lalu ia meninggal dunia, maka ia akan meninggal dunia dengan cara Jahiliyyah.โ HR. Bukhari dan Muslim Sabda Beliau, โKarena barang siapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk,โ yakni siapa saja yang diberi umur panjang, maka ia akan melihat banyak perselisihan baik dalam masalah akidah, ibadah, manhaj jalan hidup, dsb. yang membuat seseorang kebingungan untuk memilih mana jalan yang harus ia ikuti, apalagi masing-masing golongan yang ada seakan-akan di atas kebenaran karena berdalil meskipun sebenarnya salah dalam memahami dalilnya. Apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampaikan ternyata benar-benar terjadi. Telah terjadi perselisihan yang banyak sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Hal, ini tampak sekali setelah terbunuhnya Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, pintu fitnah terbuka, umat Islam pun berselisih dan terus berselisih. Namun demikian, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak membiarkan begitu saja umatnya kebingungan, bahkan Beliau memberikan jalan keluar saat kita menghadapi kondisi tersebut, yaitu dengan berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita untuk mengikuti sunnah Beliau meskipun menyelisihi kebanyakan orang. Tidak sebatas itu, Beliau juga menyuruh kita mengikuti para khalifah pengganti Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang rasyidin mendapat petunjuk, yang tidak lain adalah para sahabat Beliau, terutama khalifah yang empat; Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu 'anhum. Hal itu, karena bisa saja di antara golongan-golongan itu berdalih dengan ayat atau hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, namun dalam memahaminya tidak seperti yang dipahami Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya, sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menambahkan dengan sunnah jalan yang ditempuh, cara beragama, dan pemahaman para sahabat, yakni apakah para sahabat memahami seperti itu ketika mendengar ayat atau hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, terutama pada ayat atau hadits-hadits yang membutuhkan penjelasan tambahan karena masih samar. Oleh karena itu Al Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam mukadimah kitab tafsirnya, โApabila ada seseorang yang bertanya, โApa cara terbaik dalam menafsirkan Al Qurโan?โ Jawab, โSesungguhnya cara terbaik dalam hal ini adalah menafsirkan Al Qurโan dengan penjelasan Al Quran, yang masih belum jelas di ayat ini mungkin dijelaskan di ayat lain. Jika kamu tidak menemukan penjelasan di ayat lain, maka dengan melihat As Sunnah, karena ia adalah pensyarah Al Qurโan dan penjelasnyaโฆdst.โ Kemudian Ibnu Katsir melanjutkan, โJika kita tidak menemukan penjelasannya dalam Al Qurโan dan As Sunnah, maka kita melihat pendapat para sahabat, karena mereka lebih tahu tentang hal ituโฆdst.โ Ibnu Katsir berkata lagi, โJika kamu tidak menemukan dalam Al Qurโan, As Sunnah juga dari para sahabat, maka dalam hal ini para imam melihat pendapat para tabiโiinโฆdst.โ Dengan cara seperti ini, yakni merujuk kepada Al Qurโan dan As Sunnah dengan pemahaman generasi pertama Islam As Salafush Shaalih, kita dapat selamat dari perselisihan. Inilah solusi agar kita tetap di atas hidayah saat terjadi banyak perselisihan dukhan seperti di zaman sekarang. Dengan demikian, tolok ukur benar tidaknya aqidah, pemahaman, jalan hidup, cara beragama, dan ibadah kita di zaman banyaknya perselisihan seperti sekarang ini adalah sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat, jika sudah sama seperti pemahaman mereka berarti pemahaman kita sudah benar. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman ููุฅููู ุขู
ููููุง ุจูู
ูุซููู ู
ูุง ุขู
ูููุชูู
ู ุจููู ููููุฏู ุงููุชูุฏูููุง โMaka jika mereka beriman seperti yang kamu[i] telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk.โ QS. Al Baqarah 137 Ayat di atas cukup jelas, bahwa jika kita memiliki pemahaman terhadap Islam seperti yang mereka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat pahami, tentu kita berada di atas petunjuk. Abdullah bin Masโud radhiyallahu 'anhu berkata ู
ููู ููุงูู ู
ูููููู
ู ู
ูุชูุฃูุณูููุฃ ููููููุชูุฃูุณูู ุจูุฃูุตูุญูุงุจู ู
ูุญูู
ููุฏู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฅููููููู
ู ููุงููููุง ุงูุจูุฑูู ููุฐููู ุงููุฃูู
ููุฉู ููููููุจูุง ููุงูุนูู
ูููููุง ุนูููู
ูุง ููุงููููููููุง ุชููููููููุง ููุฃูููููู
ูููุง ููุฏููุงู ููุฃูุญูุณูููููุง ุญูุงูุงู ููููู
ู ุงูุฎูุชูุงุฑูููู
ู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููุตูุญูุจูุฉู ููุจูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูููุงู
ูุฉู ุฏููููููู ููุงุนูุฑูููููุง ููููู
ู ููุถูููููู
ู ููุงุชููุจูุนูููููู
ู ููู ุขุซูุงุฑูููู
ู ููุฅููููููู
ู ููุงููููุง ุนูููู ุงููููุฏูู ุงููู
ูุณูุชูููููู
ู โBarang siapa yang hendak mencari panutan, maka carilah panutan dari para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena mereka adalah orang yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit bebannya, paling lurus petunjuknya dan paling baik keadaannya. Mereka adalah orang-orang yang dipilih Allah Taโala untuk menemani Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam dan untuk menegakkan agamanya, Maka kenalilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak mereka, karena mereka berada di atas petunjuk yang lurus.โ Disebutkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam Jaamiโ Bayaanil ilm. Hudzaifah bin Al Yaman radhiyallahu 'anhu berkata, โSemua ibadah yang tidak pernah dilakukan para sahabat, maka janganlah kamu lakukan.โ Di samping itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat merupakan cermin ajaran Islam, yakni apabila kita ingin melihat Islam, maka lihatlah Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya, jangan melihat kaum muslimin zaman sekarang. Karena kaum muslimin di zaman sekarang banyak yang meninggalkan ajaran agamanya, mereka mengerjakan larangan-larangan dan meninggalkan perintah, sehingga tidak bisa melihat Islam dengan melihat mereka. Dalam hadits di atas juga kita diperintahkan menjauhi bidโah, yakni mengada-ada dalam agama yang dibawa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Hadits ini merupakan dalil terlarangnya berbuat bidโah. Oleh karena itu, jika seorang yang berbuat bidโah berkata, Bukankah tidak ada larangannya saya mengerjakan ibadah ini? ยป Maka jawablah dengan hadits ini, yakni Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang semua bidโah dalam agama. Karena jika disebutkan satu persatu tidak mungkin, disebabkan banyaknya jumlah bidโah. Hadits di atas juga menerangkan bahwa bidโah dalam agama semuanya sesat, tidak ada yang hasanah baik. Yang demikian adalah karena bidโah menjadikan agama ini menjadi rusak. Faedah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุงูููุชูุฑูููุชู ุงููููููููุฏู ุนูููู ุฅูุญูุฏูู ุฃููู ุงุซูููุชููููู ูู ุณูุจูุนููููู ููุฑูููุฉู ุ ูู ุชูููุฑููููุชู ุงููููุตูุงุฑูู ุนูููู ุฅูุญูุฏูู ุฃููู ุงุซูููุชููููู ูู ุณูุจูุนููููู ููุฑูููุฉู ุ ูู ุชูููุชูุฑููู ุฃูู
ูุชูู ุนูููู ุซูููุงุซู ูู ุณูุจูุนููููู ููุฑูููุฉู โOrang-orang Yahudi telah berpecah belah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan. Orang-orang Nasrani telah berpecah belah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan.โ[ii] ุฃููุงู ุฅูููู ู
ููู ููุจูููููู
ู ู
ููู ุฃููููู ุงููููุชูุงุจู ุงููุชูุฑูููููุง ุนูููู ุซูููุชููููู ูู ุณูุจูุนููููู ู
ููููุฉู ุ ูู ุฅูููู ููุฐููู ุงููู
ููููุฉู ุณูุชูููุชูุฑููู ุนูููู ุซููุงูุซู ูู ุณูุจูุนููููู ุ ุซูููุชูุงูู ูู ุณูุจูุนููููู ููู ุงููููุงุฑู ุ ูู ููุงุญูุฏูุฉู ููู ุงููุฌููููุฉู ุ ูู ูููู ุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู โKetahuilah, sesungguhnya orang-orang Ahli Kitab sebelummu telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan sesungguhnya umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan; tujuh puluh dua di neraka, dan satu di surga, yaitu Al Jamaaโah.โ[iii] Al Jamaaโah menurut Ibnu Masโud adalah yang sejalan dengan kebenaran meskipun ia hanya sendiri. Al Jamaah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Qurโan, As Sunnah dan Ijmaโ saaful ummah mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan sunnah para khalifah setelahnya yang mendapat petunjuk seperti yang sudah diterangkan sebelumnya. Mereka terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Berdasarkan hadits di atas, maka mereka yang menyelisihi Al Jamaaโah mendapatkan ancaman dengan masuk ke dalam neraka. Meskipun begitu, kita tidak memvonis secara taโyin orang-perorang bahwa si fulan di neraka, karena boleh jadi ia beristighfar dan bertobat, lalu Allah mengampuni dan menerima tobatnya, atau dia memiliki amal saleh yang menghapuskan keburukannya, atau didoakan dan dimintakan ampunan oleh kaum mukmin ketika ia masih hidup atau sudah meninggal, atau mendapatkan syafaat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, atau mendapat cobaan dari Allah Subhaanahu wa Taโala dengan cobaan-cobaan di dunia yang menghapuskan kesalahannya, atau mendapat ujian ketika di kubur, atau ia mendapatkan ujian pada hari Kiamat dengan rintangannya yang menghapuskan kesalahannya, atau mendapatkan rahmat dari Allah Yang Maha Penyayang. Demikian juga perlu diketahui, bahwa kalau pun tujuh puluh dua golongan ini masuk ke neraka, maka mereka tidak kekal di neraka, bahkan dibersihkan di neraka sesuai kadar penyimpangan dan kesesatannya. Adapun golongan Syi'ah dan Ahmadiyyah, maka menurut penulis, kedua golongan ini tidak termasuk ke dalam tujuh puluh tiga ini karena akidah mereka bertentangan dengan akidah Islam, dimana golongan yang satu Syi'ah mengatakan bahwa Al Qur'an yang dipegang kaum muslim telah dirobah, dikurangi dan diberi tambahan, sedangkan golongan yang satu lagi Ahmadiyyah mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang nabi, padahal tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Wallahu aโlam wa shallallahu alaa Nabiyyinaa Muhammad wa alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Marwan bin Musa Marajiโ Maktabah Syamilah versi Tuhfatul Al Ahwadzi Al Mubarakfuri, Aunul Maโbud M. Asyraf Al Azhim Abadiy, Faidhul Qadir Al Manawi, Silsilah Ash Shahihah M. Nashiruudin Al Albani, Tas-hihul Mafahim Al Khathiโah dan Untaian Mutiara Hadits Penulis, Syarh AL Arbaโin Al Luhaimid, dll. [i] Yakni Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya shallallahu 'alaihi wa sallam. [ii] HR. Abu Dawud 2/503-cet. Al Halabiy, Tirmidzi 3/367, Ibnu Majah 2/479, Ibnu Hibban dalam Shahihnya 1834, Al Ajuriy dalam Asy Syariโah hal. 25, Hakim 1/128, Ahmad 2/332, Abu Yaโla dalam Musnadnya qaaf 280/2 dari beberapa jalan dari Muhammad bin Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah secara marfuโ. Tirmidzi berkata, โHadits hasan shahih.โ Hakim berkata, โShahih sesuai syarat Muslim.โ Dan disepakati oleh Imam Adz Dzahabi. Syaikh Al Albani berkata, โDalam hal ini perlu ditinjau kembali, karena Muhammad bin Amr terdapat pembicaraan. Oleh karena itu, Imam Muslim tidak berhujjah dengannya, ia hanyalah meriwayatkan mutabaโahnya, dan ia hasan haditsnya.โ Lihat Ash Shahiihah 1/356 no. 203. [iii] HR. Abu Dawud 2/503-504, Darimiy 2/241, Ahmad 4/201, Hakim 1/128, Al Ajuriy dalam Asy Syariiโah 18, Ibnu Baththah dalam Al Ibanah 2/108/2, 119/1, Al Laalikaaโi dalam Syarhus Sunnah 1/23/1 dari jalan Shafwan ia berkata, โTelah menceritakan kepadaku Azhar bin Abdullah Al Hauzaniy dari Abu Amir Abdullah bin Luhay dari Muโawiyah bin Abi Sufyan. Hakim berkata, โSanad-sanad ini menjadikan hujjah tegak untuk menshahihkan hadits ini.โ Adz Dzahabi menyetujuinya. Al Haafizh dalam Takhrij Al Kasysyaf hal. 63 berkata, โDan isnadnya hasan.โ Syaikh Al Albani berkata, โBeliau Al Hafizh tidak menshahihkannya, karena Azhar bin Abdullah ini tidak ada yang mentsiqahkannya selain Al Ijliy dan Ibnu Hibban, dan ketika Al Hafizh menyebutkan dalam At Tahdzib perkataan Al Azdiy terhadapnya, โMereka membicarakannya.โ Ia mengomentari dengan berkata, โOrang yang sangat jujur, namun mereka membicarakannya karena madzhab Nashibiynya.โ Hadits ini disebutkan Al Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya 1/390 dari riwayat Ahmad, namun ia tidak membicarakan sanadnya, ia hanya mengisyaratkan kuatnya dengan perkataan, โHadits ini datang dari beberapa jalan.โ Oleh karena itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Masaaโil 83/2 berkata, โIa adalah hadits yang shahih lagi masyhur.โ lihat Ash Shahiihah 1/358 no. 204.
Hadits Arbain 28 ini mengajarkan kita satu prinsip penting dalam beragama, ikutilah sunnah nabi shallallahu alaihi wa sallam dan tinggalkanlah bidah, serta diperintahkan untuk taat pada pemimpin selama bukan dalam maksiat. ุงูุญูุฏูููุซู ุงูุซููุงู
ููู ููุงูุนูุดูุฑููููู ุนููู ุฃูุจูู ููุฌูููุญู ุงูุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ุฑูุถููู ุงูููู ุชูุนูุงููู ุนููููู ูุงููู ููุนูุธูููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุขูููู ููุณููููู
ู ู
ูููุนูุธูุฉู ููุฌูููุชู ู
ูููููุง ุงูููููููุจู ููุฐูุฑูููุชู ู
ูููููุง ุงูุนููููููู ููููููููุง ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ููุฃููููููุง ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู ููุฃูููุตูููุง ููุงูู ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ุนูุฒูู ูู ุฌูููู ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุชูุฃูู
ููุฑู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏู ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงูููุง ููุซูููุฑูุง ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงูุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููู ุงูู
ูููุฏูููููููู ุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐู ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงูุฃูู
ูููุฑู ููุฅูููู ููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู ุฑูููุงูู ุฃูุจููู ุฏูุงููุฏู ููุงูุชููุฑูู
ูุฐูููู ููููุงูู ุญูุฏูููุซู ุญูุณููู ุตูุญูููุญู Hadits Kedua Puluh Delapan Dari Abu Najih Al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu, ia berkata, โRasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati menjadi bergetar dan mata menangis, maka kami berkata, Wahai Rasulullah! Sepertinya ini adalah wasiat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah wasiat kepada kami.โ Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun kalian dipimpin seorang budak. Sungguh, orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah khulafaur rosyidin al-mahdiyyin yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amal. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat.โ HR. Abu Daud dan Tirmidzi, ia berkata bahwa hadits ini hasan sahih. [HR. Abu Daud, no. 4607 dan Tirmidzi, no. 2676. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih]. Faedah Hadits Pertama Sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam begitu semangat dalam meraih kebaikan. Kedua Disyariatkan memberi nasihat mawโizhah, diberikan pada tempatnya, dan sifat nasihat tersebut membekas. Syaikh Abdul Muhsin menyatakan, โMawโizhah nasihat dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam punya tiga sifat yaitu al-balaaghah bahasanya menyentuh dan jelas, hati bergetar, dan bisa membuat mata menangis.โ Fath Al-Qawi Al-Matin, hlm. 95. Ketiga Wasiat perpisahan itu lebih membekas dalam hati. Keempat Hati yang dalam keadaan takut, bisa membuat air mata menangis. Jika hati dalam keadaan gelap penuh maksiat, maka air mata tidaklah menangis, karena tidak dalam keadaan takut pada Allah. Hal ini yang disebutkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dan Syaikh Abdullah Al-Farih. Baca Juga Menangis Karena Allah Kelima Disyariatkan meminta nasihat dari yang lain, lebih-lebih lagi yang dimintai nasihat adalah orang yang punya keutamaan dalam ilmu. Keenam Wasiat yang paling penting untuk seorang hamba adalah bertakwa kepada Allah, karena wasiat tersebut merupakan wasiat orang yang terdahulu dan belakangan. Ketujuh Syaikh Abdul Muhsin berkata, โTakwa adalah sebab memperoleh segala kebaikan dan kemenangan di dunia dan akhirat. Banyak ayat yang menyebutkan perintah untuk bertakwa kepada Allah. Seringnya adalah ayat tersebut didahului dengan kalimat Yaa ayyuhalladzina aamanuu wahai orang-orang yang beriman. Begitu pula takwa ini menjadi wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada para sahabatnya.โ Fath Al-Qawi Al-Matin, hlm. 96 Kedelapan Termasuk wasiat paling penting adalah menaati penguasa kaum muslimin dalam selain maksiat, juga berpegang pada ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan khulafaur rosyidin. Kesembilan Patuh dan taat kepada penguasa adalah selama bukan dalam perkara maksiat walaupun penguasa tersebut adalah seorang budak. Para ulama telah sepakat bahwa seorang budak tidaklah pantas untuk menjadi khalifah. Hadits ini berarti perintah untuk menaati penguasa, walau ia penguasa yang tidak pantas. Kesepuluh Syaikh Abdul Muhsin mengatakan, โWasiat yang paling penting adalah taat dan patuh pada penguasa kaum muslimin karena di dalamnya terdapat manfaat dunia dan akhirat untuk kaum muslimin.โ Fath Al-Qawi Al-Matin, hlm. 100 Kesebelas Hadits ini menunjukkan mukjizat Nabi shallallahu alaihi wa sallam karena sepeninggal beliau akan ditemui perselisihan yang banyak. Kedua belas Berpegang pada As-Sunnah yaitu jalan Nabi shallallahu alaihi wa sallam agar selamat dari perselisihan, juga kita diperintahkan berpegang pada sunnah khulafaur rosyidin. Khulafaur rosyidin adalah Abu Bakar, Umar bin Al-Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menyatakan kekhilafahan mereka berdasarkan wahyu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Safinah radhiyallahu anhu, ุฎููุงูููุฉู ุงููููุจููููุฉู ุซููุงูุซููููู ุณูููุฉู ุซูู
ูู ููุคูุชูู ุงูููู ุงูู
ููููู ุฃููู ู
ููููููู ู
ููู ููุดูุงุกู โKhilafah Nubuwwah itu selama 30 tahun. Kemudian Allah karuniakan kerajaan setelah itu.โ Dikeluarkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, 460. Masa pemerintahan โ 632โ634 M Abu Bakar Ash-Shiddiq โ 634โ644 M Umar bin Al-Khaththab โ 644โ656 M Utsman bin Affan โ 656โ661 M Ali bin Abi Thalib Ketiga belas Disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Jaamiโ Al-Ulum wa Al-Hikam, โAs-Sunnah adalah jalan yang dilalui. Maka yang dimaksud di sini adalah berpegang pada jalan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan khulafaur rosyidin, yaitu dalam hal berakidah, amalan, dan ucapan. Itulah As-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu, ulama salaf terdahulu tidaklah memutlakkan begitu saja kata As-Sunnah kecuali mencakup itu semua. Demikian diriwayatkan semakna dari Al-Hasan Al-Bashri, Al-Auzaโi, dan Al-Fudhail bin Iyadh. Adapun ulama belakangan mengkhususkan istilah As-Sunnah untuk hal-hal yang terkait dengan keyakinan. Karena keyakinan akidah adalah pokok agama. Menyelisihi akidah ini berarti berada dalam bahaya yang besar.โ Keempat belas Hadits ini mengingatkan bahaya bidah. Kelima belas Kaedah yang diajarkan dalam hadits ini adalah setiap bidah itu sesat, tidak ada bidah hasanah. Keenam belas Hadits yang menyebutkan menjadi pelopor dalam kebaikan sunnah hasanah yaitu hadits, ู
ููู ุณูููู ุณููููุฉู ุญูุณูููุฉู ููุนูู
ููู ุจูููุง ุจูุนูุฏููู ููุงูู ูููู ุฃูุฌูุฑููู ููู
ูุซููู ุฃูุฌููุฑูููู
ู ู
ููู ุบูููุฑู ุฃููู ููููููุตู ู
ููู ุฃูุฌููุฑูููู
ู ุดูููุฆูุง ููู
ููู ุณูููู ุณููููุฉู ุณููููุฆูุฉู ููุนูู
ููู ุจูููุง ุจูุนูุฏููู ููุงูู ุนููููููู ููุฒูุฑููู ููู
ูุซููู ุฃูููุฒูุงุฑูููู
ู ู
ููู ุบูููุฑู ุฃููู ููููููุตู ู
ููู ุฃูููุฒูุงุฑูููู
ู ุดูููุฆูุง โBarangsiapa melakukan suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa melakukan suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.โ HR. Muslim, no. 1017. Hadits ini maksudnya adalah menjadi teladan dalam kebaikan. Sebagaimana hal ini begitu jelas ketika membicarakan sebab hadits ini. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika itu memotivasi untuk sedekah. Kemudian ada orang Anshar yang membawa wadah besar, kemudian yang lainnya ikut-ikutan dalam bersedekah. Ketujuh belas Umar menghidupkan shalat tarawih pada bulan Ramadhan juga bentuknya adalah menghidupkan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang sudah ada. Kedelapan belas Ajaran khulafaur rosyidin dianggap sebagai ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kesembilan belas Hendaklah menggabungkan antara targhib dan tarhib, yaitu memotivasi dan menakut-nakuti. Dalam hadits digunakan kalimat targhib โfa-alaikumโ hendaklah kalian mengikuti dan kalimat tarhib โwa iyyakumโ hati-hatilah. Kedua puluh Wajib mempelajari ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Karena tidak mungkin seseorang mengikutinya selain dengan belajar. Tidak belajar, tentu saja tidak mungkin mengenal ajaran beliau. Kedua puluh satu Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, โJika banyak golongan-golongan hizbiyyah, maka jangalah mengikuti hizbi yang ada. Dahulu sudah muncul banyak golongan seperti Khawarij, Muktazilah, Jahmiyyah, dan Rafidhah. Kemudian belakangan ini ada berbagai golongan seperti salafiyyun, tablighiyyun, dan semacamnya. Ini semua kelompok-kelompok, jadikanlah yang kamu ikuti adalah sunnah nabi shallallahu alaihi wa sallam, karena Rasul shallallahu alaihi wa sallam katakan, Hendaklah berpegang pada ajaranku dan ajaran khulafaur rosyidin. Tidak ragu lagi bahwa wajib bagi kaum muslimin mengikuti madzhab salaf, kita tidak disuruh mengikuti kelompok yang namanya salafiyyun. Wajib bagi umat Islam mengikuti madzhab salafush shalih, bukan mengikuti kelompok salafiyyun. Namun para ikhwah salafiyyun lebih dekat pada kebenaran. Akan tetapi, masalah mereka adalah sama dengan yang lainnya, mereka saling sesatkan dan saling memfasikkan. Kami tidak salahkan mereka jika mereka berada di atas kebenaran. Akan tetapi, yang kami ingkari adalah cara mereka mengoreksi dengan cara seperti itu. Wajib bagi kita untuk menyatukan pemimpin tiap-tiap kelompok ini. Lalu kita suruh untuk mengikuti Alquran dan sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Kita berhukum kepada keduanya bukan kembali pada hawa nafsu, bukan berhukum pada fulan atau fulan. Setiap orang bisa benar atau salah, selama masih berada di atas ilmu dan ibadah. Akan tetapi yang maksum adalah dinul Islam.โ Syarh Al-Arbaโin An-Nawawiyyah, hlm. 308-309 Referensi Fath Al-Qawi Al-Matin fi Syarh Al-Arbaโin wa Tatimmat Al-Khamsin li An-Nawawi wa Ibnu Rajab rahimahumallah. Cetakan kedua, Tahun 1436 H. Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abbad Al-Badr. Khulashah Al-Fawaid wa Al-Qawaโid min Syarh Al-Arbaโin An-Nawawiyyah. Syaikh Abdullah Al-Farih. Syarh Al-Arbaโin An-Nawawiyyah. Cetakan ketiga, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsuraya. Baca Juga Hati-Hati Berkata Bidโah Akibat Beramal Tanpa Tuntunan Diselesaikan di Garuda, perjalanan Jogja โ Jakarta, 30 November 2019 Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel
hadits irbadh bin sariyah